Mengacu pada antusiasme tahun lalu, panitia juga menghadirkan area Evening Market di sekitar Panggung Utama. Area ini buka mulai pukul 18.00 WITA sampai 23.00 WITA, mengikuti durasi hiburan di panggung utama. Isi Evening Market beragam, mulai dari sponsor, urban food, fashion, hingga playground anak-anak. Uji coba konsep ini pada Tanah Lot Art and Food Festival tahun lalu terbukti sukses mendatangkan pengunjung membludak, terutama di hari terakhir.
Manager Operasional Daya Tarik Wisata Tanah Lot, I Wayan Sudiana, menyebutkan festival ini akan melibatkan 30 stand UMKM dan 30 IKM. Target kunjungan ditetapkan sebanyak 10 ribu orang dengan anggaran pelaksanaan sebesar 700 juta rupiah.
Terkait kebersihan, pihaknya telah menyiapkan 129 petugas yang bekerja mulai pukul 07.00 WITA. Pengelolaan sampah juga bekerja sama dengan pihak ketiga dan DLHK Kabupaten Tabanan.
"Tanah Lot aman dari sampah yang berserakan, tidak ada penumpukan sampah. Kami juga kerja sama dengan swasta dan bantuan DLHK. Ada tujuh kontainer yang menampung," jelasnya.
Jro Bendesa Adat Beraban, I Ketut Sujana, mengatakan pelaksanaan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya parade gebogan diikuti desa se-Kecamatan Kediri, tahun ini parade khusus ditangani Desa Adat Beraban.
Sebanyak 15 banjar adat di Desa Beraban akan terlibat. Setiap hari lima banjar tampil dengan masing-masing 20 orang peserta pilihan. Peserta dari PKK Beraban memiliki syarat tinggi badan 160 cm dan berat diatas 40 kg.
"Gebogan harus tumpang tiga, pakaian seragam, buah dan jajan nuansa tridatu agar mencerminkan Kabupaten Tabanan. Gebogan diiringi beleganjur," katanya.










