Pembina Sanggar Mangu Samcaya Anak Agung Gde Agung mengatakan, dalam menjaga pelestarian budaya harus dilakukan langkah konkret.
“Kita wajib melestarikan budaya kita, dengan kata lain ‘world heritage conservation’ karena tanpa kita yang melakukan langkah konkret seperti sekarang ini siapa yang akan memulai, terutama untuk regenerasi anak-anak” ujar Panglingsir Puri Ageng Mengwi ini.
Dalam kegiatan ini ada dua "list" yang dinobatkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Dengan demikian, mantan Bupati Badung 2005-2015 ini berpendapat, acara tersebut juga sebagai ajang mengapresiasi organisasi kebudayaan dunia.
“Ini merupakan pengabdian kami untuk wilayah Bali khususnya barong ini, karena kami memberikan suatu apresiasi juga kepada UNESCO, bahwa di Taman Ayun even yang sekarang ini ada dua list yang masuk world heritage list dalam UNESCO kita gabungkan menjadi satu, pertama Taman Ayun sendiri sebagai warisan budaya dunia, kedua pergelaran tarian Barong juga sebagai warisan budaya dunia” jelasnya.
“Kita mengapresiasi, kan tidak hanya ngomong saja, perlu langkah yang nyata dan jelas, inilah pengabdian kami” imbuh pria yang saat ini duduk di Komite III DPD RI tersebut.
Disamping melestarikan warisan budaya, dikatakan acara ini sebagai daya tarik wisata secara alami. “Banyak turis yang datang dan menyaksikan, padahal kami tidak ada undangan khusus kepada para turis itu” ucapnya.
Ia berharap acara ini akan terus bisa digelar setiap tahunnya. “Saya berusaha setiap tahun bisa dilaksanakan” pungkasnya. (rl/gde)










