Kepala SMK Teknologi Nasional Denpasar bersama para lulusan terbaik dari masing-masing program keahlian.
Meski dengan mudah mendapatkan pekerjaan, Agek tetap menyarankan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Bisa ke Undiknas University yang notabene satu yayasan dengan Teknaska serta Politeknik Negeri Bali (PNB) lewat Program D2 Fast Track.
Kuliah yang dikenal juga dengan D2 Jalur Cepat ini, sangat menguntungkan bagi peserta didik Teknaska. Sebab, semua program keahlian telah terintegrasi dengan PNB. Kuliah di PNB hanya 1,5 semester dengan biaya Rp1 juta per semester.
Pada kesempatan itu juga diserahkan beasiswa oleh para donatur non pemerintah. Per tahun setidaknya 50 anak diberikan beasiswa berkat jaringan yang dibangun pimpinan sekolah. Insan-insan berprestasi akademik dan non akademik juga turut mendapatkan apresiasi di atas panggung kehormatan.
Manik Galih, Direktur LPK Dipta Widya Sakti, Owner Sanur Medical Klinik, Ni Wayan Sari Galung anggota DPRD Provinsi Bali, Pimpinan Sarana Dewata merupakan beberapa donatur tetap Teknaska.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) diwakili oleh Sekretaris Ketut Gede T. Amararaja, mengingatkan lulusan, bahwa capaian akademik di bangku sekolah tidak menjadi modal mutlak meraih kesuksesan.
"Ada banyak faktor non akademis yang mempengaruhi kesuksesan kalian di masyarakat. Misalnya pintar komunikasi, bergaul dengan orang hebat, kuat, jujur dan berkarakter," pesannya.
Untungnya selama tiga tahun ditempa, peserta didik ditanamkan pendidikan karakter dan berbagai sertifikat pendamping ijazah, khususnya sertifikat personality yang hanya dimiliki Teknaska lewat pelatihan khusus personal. Program ini membuat lulusan dengan cepat menemukan bakat dan minatnya.










