Bupati Sutjidra menggambarkan potensi kolaborasi ini setelah melihat transformasi peran DWP. Ia mengakui bahwa di masa lalu, organisasi ini sering terjebak dalam aktivitas seremonial dan nuansa politis. Namun, zaman telah berubah. Peran strategis itu, menurutnya, terletak pada dua ranah: sebagai mitra dalam pembinaan Aparatur Sipil Negara dan yang lebih penting sebagai garda terdepan dalam pendidikan keluarga untuk menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045.”Mungkin peran ibu-ibu DWP ini lebih besar daripada peran bapak-bapaknya dalam mendidik, mengajarkan anak-anak menuju Indonesia emas di tahun 2045,”katanya.
Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini kembali menyampaikan selamat atas ulang tahun ke 26 DWP. Ia berharap semangat kebersamaan dan keguyuban yang terlihat dalam perayaan ini dapat terus dikobarkan.”Dengan semangat baru dan peran yang telah bertransformasi, DWP Buleleng diharapkan tidak hanya menjadi pendamping, tetapi menjadi penggerak aktif dalam memajukan pendidikan dan membangun sumber daya manusia Kabupaten Buleleng yang lebih unggul. Dalam rangka menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045,”tutup Sutjidra. @gus










