Sudah Efektifkah Implementasi Collaborative Governance OSS di Desa Penatih Dangin Puri?

UNR-6c21af67

Ening mengungkapkan, teori yang digunakan adalah Penta Helix Collaborative yang menurut Howkis (2009: 34) merupakan, optimalisasi peran academic, business, community, government and media (ABCGM), dalam mengembangkan tujuan karena berhubungan dengan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dikarenakan teori ini menjadi terobosan dan strategi baru di zaman milenial ini.

Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data gabungan. Peneliti juga melakukan observasi/pengamatan langsung ke lokasi. Peneliti juga mengadakan observasi dan studi dokumentasi pada dokumen maupun kebijakan yang ada, serta wawancara yang mendalam terhadap semua informan terkait pelaksanaan implementasi dalam layanan ijin OSS.

 "Hasil riset kami menunjukkan bahwa implementasi collaborative governance dalam Pelayanan Ijin Usaha OSS di Desa Penatih Dangin Puri sudah berjalan baik, namun belum optimal. Hasil ini setelah kami melibatkan semua unsur dari Pentahelix yakni pemerintah, masyarakat, swasta, akademik dan juga teknologi," jelas Ening.

Ia merinci, faktor penghambat diantaranya, indikator Standard Operational Procedure (SOP) perlu dikaji. M Strategi untuk meningkatkan collaborative governance dalam pengembangan kewirausahaan terpadu, yaitu pengkajian SOP sesuai dengan kondisi masyarakat, monitoring dan evaluasi dari sistem yang ada.

Masukan lainnnya, dirasa perlu peningkatan pelatihan agar masyarakat lebih cakap literasi serta meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholders serta menciptakan ruang komunikasi yang terbuka dengan masyarakat atau kelompok/organisasi kemasyarakatan dalam forum dialog atau sosialisasi peraturan/kebijakan dan  juga menjaring aspirasi dengan menerima saran atau masukan dan keluhan yang ada.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top