Suart-Fox Hibahkan 30 Naskah Lontar ke Unit Lontar Universitas Udayana

IMG-20260225-WA0000-1
Rektor Universitas Udayana Prof. I Ketut Sudarsana menerima 30 cakep naskah lontar hibah dari David J Stuart-Fox.

Oleh karena itulah ia membeli lontar, sembari mencari tempat dan waktu yang tepat untuk mengembalikannya ke Bali.

"Saya beli lontar untuk menjaganya sebagai heritage (warisan, red). Sebab, banyak lontar dibeli turis, sehingga warisan Bali jadi hilang. Saya ingin lontar tidak menghilang, maka saat ini saya kembalikan untuk Bali," kata dia berharap lontar-lontar itu dapat dirawat secara profesional, dijaga keberlanjutannya, serta dimanfaatkan secara optimal oleh para peneliti.

Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST.,Ph.D menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Stuart-Fox atas perhatian dan kepedulian mereka terhadap pelestarian budaya Bali melalui donasi naskah lontar ini.

Rektor menegaskan bahwa kontribusi tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas bangsa dalam menjaga warisan intelektual dan spiritual Bali.

Ia berharap para peneliti di Fakultas Ilmu Budaya, khususnya Unit Lontar, tidak hanya “menjaga” manuskrip-manuskrip tersebut dalam arti fisik semata, tetapi juga “membuka” dan “membagikan” kandungan pengetahuan di dalamnya.

"Kajian, transliterasi, dan diseminasi isi lontar ini sangat penting agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diakses oleh kalangan akademisi maupun masyarakat luas, sehingga ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalamnya terus berkembang dan memberi manfaat bagi generasi mendatang," kata dia.

Hal senada dinyatakan Dekan FIB Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. Ia mengatakan, FIB Unud yang didirikan sejak tahun 1958 dan merupakan cikal bakal berdirinya Universitas Udayana, diamanatkan sebagai pewahyu rakyat mengentaskan kemiskinan dengan mengambil peran sebagai kunci wasiat dalam membuka peti wasiat kebudayaan Bali.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top