Soroti Fenomena Pengabaian Pakem Seni, A.A Mas Sudarningsih Tekankan Pentingnya Menghormati Karya Seni

2026-10-04-at-13.00.31
Tari Legong Kreasi Mahawidya karya Anak Agung Mas Sudarningsih, S.Sn., M.Pd., (Foto: A.A Mas Sudarningsih/Pancer Langiit)

Sayangnya, realita di lapangan menunjukkan masih banyak penari maupun penata busana yang kurang memperhatikan etika keaslian karya seni. “Namun, banyak penari yang membawakan tari ini dengan kostum yang berbeda tanpa persetujuan dari penciptanya,” ungkap pencipta tarian tersebut prihatin. Ia menilai kompromi atas alasan keterbatasan fasilitas sering kali dijadikan pembenaran untuk menyimpang dari tata aturan seni tari yang benar.

Menjawab kendala teknis seperti keterbatasan atau ketersediaan busana tari di pasaran, pencipta tarian memberikan solusi yang komunikatif dan inklusif bagi para seniman. “Kalaupun kostum Tari Legong Kreasi Mahawidya tidak tersedia karena seluruhnya disewa, penari cukup konsultasi kepada penciptanya agar mendapatkan arahan yang lebih baik,” jelas Mas Sudarningsih, menekankan pentingnya ruang dialog antara pelaku seni di lapangan dan kreator karya.

Fenomena penyimpangan ini ternyata bukan hanya terjadi pada Tari Legong Kreasi Mahawidya, melainkan juga merambah pada tarian Bali lainnya. Fenomena acuh tak acuh terhadap tata aturan seni tradisional ini menunjukkan perlunya langkah konkret dari instansi pemerintah terkait untuk melakukan pembinaan. Sosialisasi mengenai standar baku dan etiologi tari Bali dinilai sangat mendesak agar generasi muda tidak kehilangan pemahaman akan keaslian warisan budaya tempatan.

Di akhir keterangannya, Anak Agung Mas Sudarningsih menyampaikan harapan besar agar seluruh pemangku kepentingan seni di Bali bahu-membahu menjaga warisan leluhur dari perubahan tanpa dasar ilmiah dan estetika tradisional. “Tidak hanya pada Legong Kreasi Mahawidya, namun untuk semua tari Bali yang ada. Saya berharap apa yang sudah diwariskan tidak diubah sesuai dengan kemauan sendiri,” pungkasnya penuh harap demi kelestarian seni budaya Bali kelak. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top