SMP Nasional Denpasar Dipimpin Barisan Milenial

NEW SPEN

“Rasa terima kasih saya ucapkan kepada pendiri utama dan penerus beliau, yang telah memberikan ruang dan waktu bagi saya untuk mencurahkan hoby saya mengajar anak-anak,” ungkapnya.

Pendidik kelahiran 16 Maret 1964 ini, memohon maaf jika selama menjadi guru mau pun kepala sekolah melakukan kesalahan, serta tidak bisa memuaskan pimpinan. Ia mengaku telah berusaha dengan sekuat tenaga mempersembahkan prestasi sehingga turut mengantarkan Spenas melewati usia 50 tahun.

Penandatanganan SK Kepala Sekolah disaksikan Ketua Perdiknas dan Rohaniwan Hindu.

Sementara itu, Suci Astika Dewi, mengaku masih membutuhkan bimbingan dari para seniornya. Jabatan yang embanya kini menuntut kepercayaan diri lebih. Sejumlah program kerja inovatif telah disusun Suci Astika Dewi dan jajaran.

Salah satunya merancang kelas bilingual. Tahapan awal telah dimulai dengan panjaringan guru dengan basic bahasa Inggris dan bakal diujicobakan terhadap peserta didik baru angkatan tahun 2024/2025 ini.

Menjawab tantangan dunia pendidikan yang dinamis, Suci Astika Dewi, mengedepankan inovasi. Seperti diketahui, SMP-SMP Negeri semakin banyak berdiri di Kota Denpasar.

Di satu sisi, ini adalah bentuk keberhasilan pemerintah dalam memenuhi hak dasar warga negaranya. Namun di sisi lain, persekolahan swasta merasa “terancam” karena peserta didik semakin menurun.

“Untuk menjawab tantangan itu, diperlukan inovasi. Salah satunya kelas bilingual. Jika sekolah swasta sudah berkualitas, kami yakin tetap diminati masyarakat,” kata Suci Astika Dewi.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top