SMP Nasional Denpasar Dipimpin Barisan Milenial

NEW SPEN

ESG pun merasa optimis di bawah gerbong Suci Astika Dewi, Spenas lebih maju lagi, bisa mempertahankan eksistensi di usia sekolah yang memasuki setengah abad lebih.

“Yayasan (Perdiknas-red) memberikan otonomi 70 persen. Jadi kami tidak terlalu ikut campur. Hanya mengurusi fasilitas. Kami percayakan sepenuhnya kepada pimpinan masing-masing unit,” tegas ESG.

Tak lupa, Perdiknas memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Putu Supadmi yang telah membuat fondasi bersama para pendahulunya. Ketokohan dan senioritas Supadmi masih diperlukan bagi kemajuan Spenas, meski telah pensiun.

ESG berharap, pemimpin Spenas yang baru tidak merubah fondasi yang telah berdiri kokoh tersebut, tetapi melakukan sentuhan dan inovasi untuk mempercantik bangunannya.

“Memimpin organisasi itu ibarat sebuah rumah. Jangan rubah fondasinya, namun poles dindinganya, ruangannya, pagarnya, kebunnya agar telihat lebih cantik,” sarannya.

Saat menyampaikan pesan dan kesannya, Putu Supadmi diselimuti rasa haru. Karena kecintaanya pada dunia pendidikan, perjalanan waktu 38 tahun tidak terasa lama baginya.

Supadmi pun mengenang komitmen para pendiri utama, yakni AA Ayu Ngurah Ratyni Gorda dan Ni Nyoman Kundri (isti alm. Prof. IGN Gorda dan Ketut Sambereg), bahwa Spenas didirikan untuk memfasilitasi generasi bangsa, khususnya di Desa Panjer.

“Awalnya Spenas ini didirikan agar anak-anak, terutama di wilayah Panjer bisa sekolah. Tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Komitmen itu sudah 50 tahun lalu,” kenang Supadmi.

Supadmi yang bergabung di Spenas sejak 1986, telah kenyang makan asam-garam dunia pendidikan. Berkat dedikasinya, Supadmi dipercaya mengisi sejumlah jabatan struktural sebelum dipercaya menjabat kepala sekolah sejak 2017 lalu.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top