Sivitas UPMI Dibekali Pengetahuan Artificial Intelligence

UPMI seminar AI

Dia juga menegaskan, AI jangan dipandang sebagai pesaing manusia. Meski dia tak menampik akan ada banyak pekerjaan manusia yang bisa digantikan oleh teknologi. Fungsi terpenting dari teknologi yakni meminimalisir "human eror".

Dia mengajak sivitasnya selalu berpikir positif, bahwa teknologi adalah sebuah keniscayaan. Ibarat gelombang di laut. Jika tidak ingin digulung, maka belajar berselancar di atasnya.

Prof Suarta menuturkan, salah satu pemanfaatan teknologi yang dia lakukan yakni menggunakan komputer untuk menyimpan arsip. Pihaknya berharap, melalui seminar ini mampu menambah pengetahuan dan menghasilkan yang terbaik khususnya dibidang pendidikan dan penelitian.

Sementara itu, Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, SH., MH., M.Pd., menyampaikan, saat ini merupakan era teknologi informasi dan harus diikuti agar tak tergilas.

“Kami telah memiliki Fakultas Teknik dan Informatika untuk menjawab tantangan era digitalisasi ini. Dengan tenaga dosen yang memiliki kompetensi dibidang IT, dan juga sarana maupun prasarana,” ungkapnya.

Menurutnya, AI memudahkan aktivitas manusia. Kendati demikian, kecerdasan teknologi tidak bisa menggantikan peran guru. Menurutnya, terdapat empat kecerdasan manusia yang tidak bisa mengalahkan AI. Yakni intelektual, emosional, dan spiritual.

“Peran guru tidak bisa digantikan. Ini bisa kita lihat dalam peristiwa bom Hiroshima dan Nagasaki Jepang. Pemerintahnya menanyakan berapa guru yang masih hidup, bukan menanyakan tentara, karena dengan jumlah itu bisa membangun kembali bangsa,” jelas Arthanegara. (Gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top