MANGUPURA-fajarbali.com | Dalam upaya pembangunan kesehatan masyarakat diperlukan sinergi semua pihak. Salah satunya antara perguruan tinggi dengan masyarakat seperti yang tergambar di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Kegiatan kolaborasi ini dikemas dalam Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) 2026 oleh Kelompok 8 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar yang berlangsung sepanjang Januari hingga awal Februari 2026.
Kelompok 8 berasal dari lintas program studi meliputi Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Gigi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, dan Teknologi Laboratorium Medik (TLM), dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan serta dukungan perangkat Desa Gulingan dan UPTD Puskesmas Gulingan, bahu membahu memetakan serta menghasilkan solusi atas permasalahan kesehatan warga setempat.
Pasca-kegiatan ini diharapkan meningkatkan kemandirian masyarakat Desa Gulingan dalam memelihara kesehatan lingkungan dan kesehatan pribadi serta mendukung program transformasi kesehatan melalui revitalisasi peran kader dan pemberdayaan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Edukasi kesehatan pada kelas ibu hamil dan yoga ibu hamil menjadi awal kegiatan ini. Dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu hamil dalam menjaga kesehatan selama masa kehamilan.
Selain itu, peserta juga dibekali informasi terkait upaya menjaga kesehatan ibu dan janin guna mendukung kehamilan yang aman dan sehat dilengkapi dengan yoga ibu hamil yang dipandu secara aman sesuai dengan kondisi kehamilan.
Selanjutnya warga diedukasi dan mempraktikkan cara mengolah makanan tambahan dengan bahan-bahan pangan lokal guna mencegah anemia pada remaja.
Desa Gulingan menyimpan banyak potensi pangan lokal yang bermanfaat bagi kesehatan. Akhirnya terciptalah nugget bayam merah sebagai salah satu inovasi makanan pangan lokal yang kaya zat besi, mudah dibuat, dan memiliki cita rasa yang dapat diterima oleh remaja.
Di bidang lingkungan, mahasiswa membuat biopori. Pembuatan sumur resapan ini menyasar Banjar Ulun Uma Badung, Banjar Badung, Banjar Munggu, dan Banjar Tengah Kelod , sebagai bentuk upaya peningkatan daya resap tanah dan pencegahan retensi udara. Selain itu juga dilakukan edukasi mengolah sampah sisa buah dan menjadi eco enzyme.
Untuk kesehatan gigi dan mulut, penyuluhan dilakukan di SDN 4 Gulingan. Tujuannya untuk menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam dunia pendidikan.
Kesehatan mental anak-anak tak luput dari perhatian. Mahasiswa melakukan penyuluhan kesehatan mental bertempat di SDN 1 Gulingan mengusung tema “Setop Bullying”.
Edukasi kawasan tanpa rokok, jalan santai dan lomba pola hidup bersih dan sehat semakin menyemarakkan rangkaian kegiatan ini. Diketahui, pencegahan penyakit menular dan tidak menular bisa dilakukan dengan membangun budaya hidup sehat sehari-hari.
Tak kalah penting, program ini memprioritaskan pencegahan stunting dengan konsep "Isi Piringku" menyasar orangrua dan balita. Pada saat penutupan, dihelar pemeriksaan kesehatan gratis, terapi komplementer serta expo.
Kelompok 8 memajang hasil inovasi di stand selama melaksanakan KKN IPE. Berbagai produk makanan sehat dan ramah lingkungan yang berbasis potensi lokal, misalnya Spinila Wrap, yaitu makanan tortila berbahan dasar bayam merah dan ikan nila yang ditujukan sebagai alternatif pangan sehat untuk membantu pencegahan anemia.
Ada juga Spinapple Juice, minuman berbahan bayam merah dan nanas yang ditujukan bagi masyarakat dengan sasaran hipertensi, sebagai pilihan minuman sehat yang kaya nutrisi.









