Selain itu, Agus Suradnyana menambahkan terkait dengan Belanja Daerah, yang dirancang sebesar 2,21 triliun rupiah lebih, terealisasi sebesar 2,07 triliun rupiah lebih atau 93,99%. dengan rincian Belanja Operasi sebesar 1,72 triliun rupiah lebih terealisasi 1,62 triliun rupiah lebih atau 94,03%, Belanja Modal sebesar 235,65 miliar rupiah lebih terealisasi 202,52 miliar rupiah lebih atau 85,94%, Belanja Tidak Terduga sebesar 8,73 miliar rupiah lebih terealisasi 5,19 miliar rupiah lebih atau 59,39% dan Belanja Transfer sebesar 244,87 miliar rupiah lebih terealisasi 236,96 miliar rupiah lebih atau 96,77%.”Termasuk juga Pembiayaan Daerah, Penerimaan Pembiayaan dirancang sebesar 98,55 miliar rupiah lebih , terealisasi sebesar 68,55 miliar rupiah lebih atau 69,56%. Sedangkan pada pos Pengeluaran Pembiayaan dirancang sebesar 39,00 miliar rupiah lebih terealisasi 9,00 miliar rupiah lebih atau 23,08%. Sehingga Pembiayaan bersih yang dirancang 59,55 miliar rupiah lebih terealisasi sebesar 59,55 miliar rupiah lebih atau 100%,”imbuhnya.
Dengan sisa waktu sebelum Bupati dan Wakil Bupati Buleleng purna tugas pada tahun ini, Agus Suradnyana berharap yang terpenting yakni keadaan segera normal. Catatan-catatan yang diberikan agar bisa menjadi harapan nantinya agar Bupati yang menjabat menggantikan dirinya dapat menyelesaikan capaian yang belum terwujud.”Disisa masa jabatan saya, yang saya lakukan bersama Sekda dan seluruh jajaran Pemkab Buleleng sudah mengadakan rapat evaluasi. Pertama yang paling mendasar yakni upaya yang dilakukan untuk serapan APBD sesuai dengan arahan Presiden RI agar 40 persen didapat dari pemanfaatan bahan lokal dalam negeri. ini kan harus di review semuanya, jadi kita masih menyiapkan regulasi agar tidak salah. itu aja sih yang kita fokuskan sekarang,”pungkasnya. W - 008










