DENPASAR -sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com |Persidangan terdakwa WNA Uzbekistan Dhilsod Alimov yang digelar secara daring, pada Kamis 10 Maret 2022 banyak kejanggalan. Terlebih adanya keterangan saksi yang dihadirkan di persidangan Pengadilan Negeri Denpasar.
Sementara dalam sidang tersebut berlangsung secara virtual dari Lapas Kerobokan dengan Hakim dari Pengadilan Negeri Denpasar. Sidang itu masih agenda mendengarkan keterangan saksi.
Menurut kuasa hukum terdakwa, Sri Dharen, dia menilai banyak kejanggalan dari keterangan para saksi tersebut. Bahkan Dhilsod sendiri sebagai terdakwa merasa heran dan menyatakan bahwa sebagian besar dari keterangan para saksi tersebut tidaklah benar.
"Ya banyak kejanggalan di dalam perkara ini yang harus dikupas tuntas. Keterangan saksi, menurut klien saya, keterangan para saksi banyak yang tidak benar. Yang dikatakan saksi tidak semua benar dan tidak maksimal kebenarannya. Karena tidak sesuai kenyataan yang terjadi di kantor saat kejadian itu. Saat ditanya ibu Majelis, klien saya menjawab dengan simple bahasa itu adalah urusan mereka dengan Tuhan mereka," terang Sri Dharen, di Denpasar pada Jumat 11 Maret 2022.
Dijelaskannya, salah satu keterangan para saksi yang tidak benar menurut Sri Dharen terkait tuduhan memasukan rokok ke dalam makanan mereka.
"Misalnya ada klien saya datang bersama teman-temannya memasukan rokok ke dalam makanan mereka. Sementara itu tidak terjadi. Saya minta majelis untuk menghadirkan saksi teman-temanya itu," ungkapnya.










