“Dengan terbentuknya kepengurusan ini, kita yakin PDI Perjuangan Buleleng akan tetap solid dan berpihak ke masyarakat,"jelas Supriatna.
Dilain sisi menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, mengapresiasi soliditas kader PDIP di Bali, khususnya di Buleleng. Menurutnya, struktur partai di Buleleng dikenal solid, guyub, dan diisi kader-kader berkualitas. Ia menilai PDIP Bali menjadi daerah yang paling cepat menuntaskan konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting.
“Ini merupakan suatu kepercayaan partai yang harus dimaknai dengan sungguh-sungguh. Kader harus bangga menjadi pengurus dan pemimpin partai, sehingga bisa memberikan manfaat bagi bangsa,” tegas Koster.
Koster juga mengungkapkan kebanggaannya karena pengurus hingga tingkat bawah di Buleleng dikukuhkan langsung oleh Ketua DPD. Ia meminta para kader untuk bekerja aktif di wilayah masing-masing dan terus berada di tengah masyarakat.
“Kader partai harus selalu hadir di tengah masyarakat, menjadi penyalur aspirasi rakyat serta menjadi motor penggerak dalam menjalankan agenda pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Secara struktur, PDI Perjuangan telah memiliki organisasi yang lengkap hingga tingkat dusun di seluruh Bali. Khusus di Buleleng, jumlah struktur partai dari DPC, PAC, ranting hingga anak ranting mencapai 4.571 orang.
Meski optimistis menghadapi agenda politik ke depan termasuk Pemilu 2029, Koster menegaskan bahwa kader partai tidak hanya fokus pada pemilu semata. Menurutnya, kader PDIP harus memahami AD/ART partai, menjalankan ideologi partai, melakukan kaderisasi dan pendidikan politik, menjaga etika politik, serta memperkuat keberpihakan kepada masyarakat kecil atau wong cilik.










