Lebih jauh pria yang berasal dari Desa Sembiran, Kecamatan Tejekula itu mengaku dalam pengerjaan terhada jalan Shortcut akan terus dilakukan hingga titik 11 dan 12 yang berada di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada.”Saya sudah datang kekementrian dan meminta proyek Shortcut ini terus dikerjakan dan saya juga meminta tambahan hingga titik 11 dan 12 karena situasi jalannya sangat terjal dan perlu dilakukan pembuatan jalan baru sehingga semuanya aman dan mengurangi terjadinya kecelakaan,”akunya.
Bahkan pihaknya juga menjelaskan dimana pembangunan shortcut titik 9 dan 10 dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama dan kedua telah dilakukan groundbreaking, sementara tahap ketiga masih dalam proses tender.”Dimana anggaran yang diperlukan dalam pengerjaan lanjutan tersebut mencapai Rp 667,57 miliar yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat dan daerah dengan panjang jalan sekitar 3,9 kilometer, serta dilengkapi enam jembatan yang menghubungkan jalan tersebut.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat menjelaskan secara teknis pembangunan shortcut ini akan membawa peningkatan signifikan dari sisi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Ia menyebut jumlah tikungan tajam di ruas Denpasar–Singaraja akan berkurang drastis.”Dengan adanya shortcut ini, jumlah tikungan bisa dipangkas dari 58 titik menjadi 21 titik. Sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman,”kata Asep Syarif.
Ia menambahkan, keberadaan shortcut ini sangat penting mengingat banyaknya kendaraan besar seperti truk dan bus yang melintasi jalur Denpasar–Singaraja. Dari sisi keselamatan, tingkat ekivalensi kecelakaan juga diproyeksikan turun signifikan.”Status jalan yang sebelumnya sangat berbahaya bisa diturunkan menjadi aman. Kelandaian jalan yang awalnya maksimal 27 persen juga bisa diturunkan menjadi maksimal 10 persen,”tutupnya. @gus










