Pembangunan jalur shortcut Singaraja-Denpasar hingga kini masih mengambang alias tidak jelas lantaran belum terlihat ada tanda-tanda proses pembangunan. Hingga kini pemerintah daerah Kabupaten Buleleng masih menunggu kejelasan desain rancang bangun shortcut dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII, yang mewilayahi Jawa Timur dan Bali.
SINGARAJA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Bahkan menurut informasi pembuatan desain awal yang telah dikabarkan menghabiskan biaya cukup besar itu dirasa perlu dilakukan penyesuaian sehingga dalam pembangunannya agar lebih efisien.
Seperti halnya yang diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang menilai dalam pembangunan terhadap shortcut Singaraja-Denpasar yang telah rampung dilakukan desain. Yang mana awal desain pembangunan shortcut Singaraja-Denpasar yang mana buleleng mendapatkan dua titik yang rencananya dibangun dengan titik melingkar sehingga hal itu perlu dilakukan penyesuaian sehingga kedepannya lebih efesien.
”Kalau kita lihat desain awal dimana buleleng mendapatkan dua titik melingkar dan melayang dengan anggaran sebesar Rp 700 milyar maka hal itu kami melihat perlu dilakukan desain ulang agar lebih efesienn,” jelas bupati dua kali priode itu, Rabu (3/1/2018).
Agus Suradnyana mengaku sempat bertemu dengan konsultan perencana shortcut dan anggota Komisi V DPR RI yang membidang masalah infrastruktur dan perhubungan, beberapa hari lalu. Dari hasil koordinasi, rencana pembangunan shortcut akan tetap berjalan.










