Shortcut Singaraja – Mengwitani Berlanjut, Titik 9 dan 10 Mulai Digarap

jalan-2
Peletakan batu pertama yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster dalam Pembangunan Shortcut

BULELENG-fajarbali.com | Pengerjaan terhadap proyek raksasa Shortcut Singaraja-Mengwitani kini terus berlanjut. Kali ini tahap pengerjaan yakni titip sembilan dan titik 10 yang berlokasi di kecamatan Sukasada. Dimana dalam pengerjaan tersebut telah dilakukan Upacara Adat Ngeruak yang dilanjutkan dengan Ground Breaking, Rabu (7/1/2025) serta peletakan batu pertama oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Menurut Gubernur Koster, pembangunan shortcut ini merupakan proyek strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat Bali, khususnya untuk memperkuat konektivitas antara Bali Selatan dan Bali Utara. Menurut dia, kehadiran infrastruktur ini akan memberi dampak luas pada berbagai sektor.“Proyek ini sangat diperlukan oleh masyarakat Bali, khususnya sebagai penghubung Bali Selatan dengan Bali Utara. Berbagai sektor akan mendapatkan manfaatnya, seperti transportasi, pariwisata, dan sektor lainnya,”tutur Koster.

Ia menegaskan pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani juga diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan di Bali. Oleh sebab itu, pihaknya akan memastikan agar proyek ini berjalan dengan baik.”Ini proyek strategis, saya awasi terus pengerjaannya,” tegas Koster.

Koster juga menyinggung kuatnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam proyek ini. Pemprov Bali, kata dia, turut membantu percepatan proyek melalui dukungan pembebasan lahan. Komunikasi pun menurut Koster, terjalin dengan sangat baik.”Pak Dirjen dan Pak Kepala Balai ini sering saya telponin terus siang dan malam soal progresnya. Saya tanya terus, kapan tendernya, kapan kontraknya, kemarin juga kapan Ground Breakingnya biar kita bisa carikan hari baik,”selorohnya.

Lebih jauh pria yang berasal dari Desa Sembiran, Kecamatan Tejekula itu mengaku dalam pengerjaan terhada jalan Shortcut akan terus dilakukan hingga titik 11 dan 12 yang berada di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada.”Saya sudah datang kekementrian dan meminta proyek Shortcut ini terus dikerjakan dan saya juga meminta tambahan hingga titik 11 dan 12 karena situasi jalannya sangat terjal dan perlu dilakukan pembuatan jalan baru sehingga semuanya aman dan mengurangi terjadinya kecelakaan,”akunya.

BACA JUGA:  Kasus DBD Tinggi Pemkab Buleleng Sebar Serbuk Abate

Bahkan pihaknya juga menjelaskan dimana pembangunan shortcut titik 9 dan 10 dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama dan kedua telah dilakukan groundbreaking, sementara tahap ketiga masih dalam proses tender.”Dimana anggaran yang diperlukan dalam pengerjaan lanjutan tersebut mencapai Rp 667,57 miliar yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat dan daerah dengan panjang jalan sekitar 3,9 kilometer, serta dilengkapi enam jembatan yang menghubungkan jalan tersebut.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat menjelaskan secara teknis pembangunan shortcut ini akan membawa peningkatan signifikan dari sisi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Ia menyebut jumlah tikungan tajam di ruas Denpasar–Singaraja akan berkurang drastis.”Dengan adanya shortcut ini, jumlah tikungan bisa dipangkas dari 58 titik menjadi 21 titik. Sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman,”kata Asep Syarif.

Ia menambahkan, keberadaan shortcut ini sangat penting mengingat banyaknya kendaraan besar seperti truk dan bus yang melintasi jalur Denpasar–Singaraja. Dari sisi keselamatan, tingkat ekivalensi kecelakaan juga diproyeksikan turun signifikan.”Status jalan yang sebelumnya sangat berbahaya bisa diturunkan menjadi aman. Kelandaian jalan yang awalnya maksimal 27 persen juga bisa diturunkan menjadi maksimal 10 persen,”tutupnya. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top