Di sisi lain, Diretur Yeh Buleleng Nyoman Arta Widnyana mengakui jika perusahan Yeh Buleleng mengalami kendala keuangan selama Pandemi COVID-19. Penjualan yang kian menurun menyebabkan pemberiaan gaji ke karyawan jadi terendat.”Penjualan kita turun hampir 60 persen selama pandemi. Tapi saya rasa semua perusahaan sama. Cuma bedanya peruaaan lain me PHK atau merumahkan. Tapi kita tidak bisa seperti itu,”ungkapnya. Arta pun menampik jika adanya isu pengelapan uang perusaan. Bahkan ia pun mengaku tak menerima gaji selama ini. Pihaknya mengakui akan segera melakukan koordinasi kepada para karyawan untuk menyelesaikan masalah ini.
”Kalau ada isu pengelapan dana perusaan halite tidak benar. Terus terang kami juga belum menerima gaji hingga sekarang hal itu diakibatkan karena omset penjualan menurun hal itu diakibatkan karena Covid 19,”tutupnya. (ags)










