Semangat Generasi Muda Bangkitkan Olahraga Tradisional Bali

IMG-20260702-WA0022
Semangat melestarikan budaya Bali bergelora di Lapangan Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB), Denpasar, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, dipilihnya cabang Matajog dan Terompah merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali permainan tradisional yang kini semakin jarang dimainkan masyarakat. Pelestarian budaya, kata dia, tidak hanya dilakukan lewat seni pertunjukan, tetapi juga dengan menghidupkan permainan rakyat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Peserta lomba merupakan hasil seleksi dari sembilan kabupaten/kota di Bali dengan jumlah sekitar 50 peserta di setiap nomor pertandingan. Namun, tidak seluruh daerah mampu mengikuti semua cabang perlombaan karena keterbatasan anggaran.

"Dari sembilan kabupaten/kota, ada beberapa yang belum bisa mengirimkan peserta di seluruh nomor lomba. Kendala utamanya memang anggaran," kata Sutaryana.

Pada hari pertama perlombaan, Kabupaten Badung mendominasi dengan meraih Juara I pada nomor Terompah Putri dan Matajog Putra. Kota Denpasar menjadi juara kedua di kedua nomor tersebut, sedangkan Kabupaten Buleleng meraih Juara III Terompah Putri dan Kabupaten Tabanan menempati posisi ketiga Matajog Putra.

Selain pertandingan, Jantra Tradisi Bali juga menghadirkan demonstrasi permainan rakyat Kelik-Kelikan dari Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Permainan tersebut dipentaskan Komunitas Sanggar Seni Suradiva Tampaksiring melalui sajian seni meplalianan dan bobondresan anak-anak yang mengangkat legenda lahirnya permainan tersebut.

Pembina Komunitas Sanggar Seni Suradiva, I Ketut Gede Agus Adi Saputra, mengatakan pertunjukan itu bertujuan menggali kembali sejarah permainan Kelik-Kelikan yang lahir dari kisah masyarakat Desa Sulahan saat menghadapi bencana kekeringan dan berebut sumber air dengan kawanan burung kekelik.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top