Satukan Tekad Kendalikan HIV di Bali

IMG-20260508-WA0035
Yayasan Kerti Praja mengumpulkan berbagai elemen, seperti jurnalis, organisasi masyarakat sipil, komunitas pendamping, media, hingga pegiat isu HIV dan kelompok rentan, bertempat di Gedung PKBI, Jl. Gatot Subroto IV Denpasar, Kamis (7/5/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Prevalensi atau kasus HIV di Bali tergolong masih tinggi. Hal ini perlu mendapatkan perhatian semua pihak melalui kerja kolaborasi. 

Dalam hal ini, Yayasan Kerti Praja mengumpulkan berbagai elemen, seperti jurnalis, organisasi masyarakat sipil, komunitas pendamping, media, hingga pegiat isu HIV dan kelompok rentan, bertempat di Gedung PKBI, Jl. Gatot Subroto IV Denpasar, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam "Temu Media dalam rangka Publikasi Progres Percepatan Pelaksanaan Kontrak Sosial di Kota Denpasar" ini, berlangsung dialogis sejak awal hingga akhir pertemuan. 

Interaksi terjadi sepanjang pertemuan karena adanya isu-isu baru yang sangat strategis, serta menjadi pengetahuan baru khususnya bagi awak media. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bertanya dan menanggapi.

Technical Officer SSR Yayasan Kerti Praja, I Made Suprapta mengatakan kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk mempublikasikan progres percepatan pelaksanaan kontrak sosial di Denpasar sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, kontrak sosial menjadi bagian penting dalam memperkuat akses layanan kesehatan dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan di Bali.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan semua pihak memahami pentingnya kolaborasi dalam penguatan layanan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kontrak sosial tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup penguatan sistem pendampingan, edukasi, serta keterlibatan komunitas dalam upaya penanggulangan HIV di Bali.

Selain pemaparan progres program, kegiatan tersebut juga menjadi wadah diskusi berbagai tantangan di lapangan, termasuk penguatan layanan berbasis komunitas dan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan publik.

Suprapta menilai keterlibatan media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik serta mengurangi stigma terhadap kelompok rentan.

Pihaknya berharap media ikut membantu menyuarakan pendekatan yang lebih humanis dan inklusif dalam penanganan isu HIV dan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:  Waspada! Gangguan Kesehatan Mental Saat Pandemi Masih Mengancam

Kegiatan Temu Media ini juga menghadirkan District Task Force (DTF) Kota Denpasar dan sejumlah organisasi komunitas yang selama ini terlibat dalam pendampingan populasi kunci di Bali.

Melalui forum tersebut, seluruh pihak diharapkan semakin memperkuat sinergi untuk menciptakan layanan kesehatan dan perlindungan sosial yang lebih mudah diakses, responsif, dan berkeadilan bagi masyarakat.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top