GIANYAR-fajarbali.com | Kesadaran akan keselamatan di jalan raya terus dipupuk sejak dini oleh Astra Motor Bali. Melalui inisiatif edukasi berkelanjutan, main dealer sepeda motor Honda ini menyambangi SMAN 1 Gianyar pada Jumat, 24 April 2026, untuk menanamkan budaya safety riding. Sebanyak 65 siswa antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengubah paradigma berkendara di kalangan generasi muda menjadi lebih bertanggung jawab.
Dalam sesi tersebut, para peserta tidak hanya diberikan teori membosankan, melainkan materi krusial yang menyentuh aspek vital keselamatan. Mulai dari pentingnya penggunaan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) hingga pemahaman teknik berkendara yang presisi. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah kemampuan memprediksi bahaya (danger prediction), sebuah keahlian penting untuk mengantisipasi risiko kecelakaan di tengah padatnya arus lalu lintas jalan raya.
Suasana edukasi terasa hidup dengan adanya sesi interaktif yang melibatkan para siswa secara langsung. Untuk memacu semangat, Astra Motor Bali menyediakan kuis edukatif dengan hadiah menarik berupa helm bagi mereka yang mampu menjawab tantangan dengan tepat. Tak hanya itu, sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung perlengkapan berkendara yang aman, seluruh peserta juga mendapatkan jaket khusus yang dibagikan selama acara berlangsung.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, menegaskan bahwa sekolah merupakan titik awal yang paling strategis dalam membentuk karakter pengendara. Menurutnya, semangat #Cari_Aman bukan sekadar jargon, melainkan gaya hidup yang harus mendarah daging di kalangan pelajar. “Kami tentu berharap generasi muda dapat menjadi pelopor keselamatan yang mampu memengaruhi lingkungan sekitarnya untuk lebih bijak saat berada di atas roda dua,” ujarnya.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya cakap mengoperasikan kendaraan, tetapi juga memiliki kesadaran penuh untuk mematuhi aturan lalu lintas. Melalui edukasi ini, kami mengajak mereka untuk selalu memprioritaskan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya demi kenyamanan bersama,” sambung Yosept di sela-sela kegiatan.
Respons positif pun datang dari para peserta, salah satunya Agus Randi. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai risiko di jalan raya yang selama ini sering diabaikan oleh rekan sejawatnya. Agus mengapresiasi langkah Honda yang turun langsung ke sekolah, mengingat banyak pelajar yang belum memahami teknis memprediksi bahaya serta standar perlindungan kepala yang benar-benar aman.
Melalui kegiatan ini, Astra Motor Bali menaruh harapan besar agar materi yang diterima para siswa dapat diimplementasikan dalam mobilitas sehari-hari. Dengan memperkuat pemahaman teoritis dan praktis secara simultan, diharapkan tercipta ekosistem jalan raya yang lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab, sekaligus menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah Bali secara signifikan. (M-001)










