Dengan demikian, dekan menekankan yudisium bukan sekadar seremonial penerimaan gelar, melainkan penanda bahwa lulusan telah menyelesaikan sebuah perjalanan yang di dalamnya melalui berbagai perjuangan, pengorbanan, ada rasa lelah, kegembiraan, dan tentu ada dukungan dari banyak pihak atas capaian saat ini.
"Semoga gelar yang saudara peroleh hari ini bukan sekadar tambahan di belakang nama, tetapi menjadi tanggung jawab untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga, masyarakat, lembaga, dan bangsa," pungkas dekan.
Ni Luh Putu Krisna Sari, lulusan Prodi Pendidikan Agama Hindu, berencana langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Krisna Sari tertarik mendalami pendidikan berbasis Hindu agar bisa memberikan dampak bagi generasi muda lain.
Senada, I Pande Made Ariawan, mengatakan sengaja kuliah magister di Fakultas Pendidikan UNHI untuk meningkatkan pengetahuan dan pelayanan kepada umat, apalagi ia bekerja di Kanwil Kementerian Agama. Pande Ariwan sekaligus tampil sebagai lulusan terbaik program magister dengan IPK 3,93. Sedangkan dari program sarjana diraih I Kadek Roni Krisnanta Putra IPK 3,87.
Meski telah resmi dilepas, pimpinan Fakultas Pendidikan UNHI berharap alumninya tetap belajar agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki berkarakter, rendah hati, mampu bekerja sama, dan hadir untuk memberikan solusi di tengah masyarakat. [rel]










