Sanggar Seni Kuta Kumara Agung, Duta Kabupaten Badung, tampil all out dalam Utsawa (Parade) Palegongan Klasik PKB ke-46, Jumat (5/7) di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar.
MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Membawakan karya Maestro Alm. I Wayan Lotring, Sanggar Seni Kuta Kumara Agung, Duta Kabupaten Badung, tampil all out dalam Utsawa (Parade) Palegongan Klasik PKB ke-46, Jumat (5/7) di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar. Menyaksikan pementasan karya para maestro, menjadi momen yang dinanti masyarakat Bali, sehingga pagelaran yang bertajuk “Kawitan”, menyedot perhatian pengunjung malam itu.
Pimpinan Sanggar Seni Kuta Kumara Agung, I Gusti Darma Putra mengatakan menjadi kebanggaan bagi Sanggar Seni Kuta Kumara Agung, Banjar Temacun, Desa adat Kuta, Kecamatan Kuta, karena didaulat menjadi Duta Kabupaten Bandung dalam Parade Palegongan Klasik Khas Kabupaten Badung di PKB ke-46 ini. “Kami berusaha untuk menampilkan sebuah pagelaran yang merupakan karya-karya dari Maestro I Wayan Lotring, sebagai salah satu tokoh yang memberikan spirit dalam berkesenian di Kuta khususnya dan di Bandung pada umumnya. Kami gali dan kami mencoba untuk mewujudkan dalam bentuk audiktif dan visual dan hasilnya bisa dinikmati tadi. Astungkara berjalan dengan lancar dari keempat materi tidak ada halangan,” ucapnya.
Materi pertama tamu klasik gending Kawitan, kedua Tari Semarang Dahana yang di mana memang formulasi tarinya berasal dari gending-gending yang diformulasikan oleh Metro I Wayan Lotring. Ketiga ada tabuh reaksi yang spiritnya berangkat dari identifikasi terhadap proses kreatif Bapak I Wayan Lotring. Dan yang keempat adalah tari Kelangon Legong yang menjadi sebuah tarian yang iconic berasal dari desa Adat Kuta.










