Dari segi keamanan, pihak penyelenggara telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian sebanyak 50 personel, TNI 20 personel, tim internal GWK 30 personel, serta 30 pecalang. “Dengan pengamanan ini, kami pastikan acara akan berjalan kondusif. Kami juga menyiapkan dua pawang hujan dari lokal Bali agar cuaca mendukung perayaan malam tahun baru,” tambah Tonny.
Sementara, CEO & Founder Chuah Support Services, Erma Yunita, menyampaikan bahwa GWK Bali Countdown 2025 juga menjadi ajang untuk memperkenalkan produk lokal dari UMKM Bali. Dengan rangkaian acara yang beragam, mulai dari musik, fashion show, hingga bazar UMKM, GWK Bali Countdown 2025 diharapkan menjadi perayaan yang meriah dan berdampak positif bagi perekonomian lokal. “Kami telah memilih 37 UMKM dari seluruh provinsi Bali, dan targetnya adalah 45 UMKM. Ini menjadi momen bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas, karena banyak di antara mereka memiliki kualitas luar biasa tetapi kesulitan memasarkan produk,” ucapnya. (M-001)










