Rumah Rakyat yang Belum Ramah Disabilitas

Gedung MK

Tinggi bangunan, masih menurut Dewa Mangku, juga cukup menjulang sekitar 16 lantai. Namun ia menyoroti belum adanya fasilitas bagi penyandang disabilitas.

"Tanpa mengurangi rasa hormat. Maaf ini sekadar masukan, saya rasa perlu fasilitas-fasilitas bagi saudara kita yang berkebutuhan khusus," jelas Dewa Mangku di Denpasar, Senin (17/7).

Ia menilai, MKRI adalah rumah rakyat tanpa terkecuali. Bukan rumah segelintir orang. "Jadi kalau fasilitas untuk disabilitas belum disediakan, kan susah mereka menghadiri perkara. Mereka juga punya hak memohon uji undang-undang," kata Dewa Mangku.

Mengunjungi MKRI, lanjut dia, merupakan program rutin untuk meningkatkan wawasan mahasiswanya. Dia berharap pengetahuan yang digali di Lembaga Tinggi Negara itu menjadi salah satu bekal setelah lulus nanti. 

Dewa Mangku optimis, dengan semakin matangnya usia MKRI berbanding lurus dengan profesionalitas hakim-hakimnya, sebagai kekuatan menjaga rasa keadilan atas nama hak asasi yang merdeka dalam garis khitahnya sebagai manusia.

Sembilan Hakim Konstitusi di dalamnya, menjadi representasi dari kehadiran negara melalui bala tentara yang mumpuni dan berdedikasi tinggi. Sehingga, asas perlindungan yang menjadi tugas dan tanggungjawab ‘Wakil Tuhan’ di meja peradilan, tidak mudah ditembus dan diserang musuh yang menyusup dalam berbagai kepentingan.

Luasnya wilayah yang harus dijaga dan dilindungi oleh sembilan hakim konstitusi itu, membawa harapan baru bagi lebih dari 275 juta rakyat Indonesia. Harapan yang terus tumbuh sepanjang peradaban Bangsa Indonesia. W-009

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top