Ruang Aman untuk Remaja Bersuara, Kunci Atasi Penyakit Tidak Menular yang Kerap Muncul di Usia Muda

IMG-20251001-WA0007
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd.

Rektor Universitas Yarsi sekaligus Ketua Dewan Pembina Plan Indonesia, Prof. dr. Fasli Jalal, Sp.G.K, Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan pesan senada. Ia menegaskan bahwa remaja hari ini adalah calon pemimpin bangsa pada 2045. “Mereka harus cerdas, bahagia, menjaga kesehatan diri, sekaligus peduli membantu masyarakat,” ujarnya.

Fasli mengingatkan bahwa PTM bisa memangkas usia produktif. “Harapan hidup orang Indonesia rata-rata 73 tahun. Namun, sembilan tahun di antaranya kerap hilang akibat penyakit tidak menular. Itu berarti usia produktif kita berkurang. Karena itu, gaya hidup sehat harus dimulai sejak remaja,” katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, menegaskan komitmen pihaknya mendukung kesehatan remaja melalui Young Health Programme (YHP). 

Dikatakan, di Indonesia penyakit-penyakit kronis menyumbang sekitar 75 persen dari total kematian. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga tantangan ekonomi dan sosial bagi masa depan bangsa. 

Banyak orang masih menganggap penyakit-penyakit ini sebagai masalah orang tua. Namun, kenyataannya, faktor risiko mulai muncul sejak usia muda. Faktanya, 70 persen dari penyebab kematian dapat ditelusuri ke perilaku yang terbentuk pada masa remaja. 

"Masa remaja adalah periode kritis perkembangan otak, di mana otak mengalami perubahan signifikan dan kebiasaan terbentuk. Setelah kebiasaan tersebut tertanam, sangat sulit untuk mengubahnya," paparnya.

Sejak 2021, Young Health Programme telah mengedukasi lebih dari 97.000 anak muda di Indonesia dengan pendekatan pendidikan sebaya. “Ketika remaja diberdayakan, mereka bukan sekadar pengamat, melainkan agen perubahan yang mampu mendorong transformasi sosial,” ujar Esra.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top