“Untuk keluar dari lingkaran kemiskinan, masyarakat harus memiliki standar hidup yang layak. Daya beli tidak boleh turun, pendapatan harus meningkat, dan kualitas sumber daya manusia harus terus diperkuat, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga ketahanan sosial,” tegas Bupati Buleleng I Nyoman Sujidra.
Dalam arahannya, Bupati Sutjidra meminta agar seluruh program dan kegiatan tahun 2027 diarahkan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Fokus tersebut meliputi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan daya tahan ekonomi masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah melalui perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Pihaknya juga menekankan bahwa dorongan investasi dan pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Bupati Sudjidra mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berharap program harus berbasis data dan menyentuh masyarakat miskin, bukan sekadar rutinitas anggaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Buleleng Komang Audi Berawijaya menyampaikan bahwa forum konsultasi publik merupakan tahapan penting dalam penyusunan RKPD Tahun 2027. Forum ini bertujuan menyampaikan tema dan program prioritas pembangunan sekaligus menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan agar arah pembangunan daerah berjalan selaras.
“Hasil forum ini akan dituangkan dalam berita acara kesepakatan sebagai dasar penyempurnaan rancangan awal RKPD Kabupaten Buleleng Tahun 2027. Masukan dari perangkat daerah dan stakeholder menjadi bahan penting agar program yang direncanakan benar-benar menjawab permasalahan dan isu strategis pembangunan daerah,” ungkapnya. @gus










