Rektor: ITB STIKOM Bali Fasilitator Pendidikan, Bukan Penyalur PMI

IMG-20250517-WA0007
Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, menyampaikan klarifikasi kepada awak media.

Lebih lanjut, kedudukan ITB STIKOM Bali diterangkan Dr. Dadang, hanya memfasilitasi para PMI yang ingin kuliah, sembari mereka bekerja di luar negeri.

"Singkatnya, untuk menjalankan program kerja sama di atas PT RA mengangkat saudara inisial AW sebagai staf Operasional PT RA. Tugas AW adalah melakukan proses rekruitmen calon peserta program dengan berbagai persyaratan termasuk jumlah dan biaya yang harus dipenuhi oleh para calon PMI. Jumlah calon PMI yang telah direkrut oleh AW sebanyak 22 orang. Dari 22 orang calon PMI tersebut yang telah berhasil diberangkatkan ke luar negeri sebanyak 2 orang," ungkap Dadang.

Ternyata dalam perjalanannya, ada yang mengundurkan diri (dananya minta direfund) dan ada yang menunggu proses keberangkatan ke luar negeri.

Dana yang disetorkan oleh para calon PMI terdapat 2 jenis, yaitu untuk Biaya Pendidikan di ITB STIKOM Bali (Rp5 Juta) dan untuk biaya keberangkatan ke luar negeri (Nilainya bervariasi/bertahap) yang mana difasilitasi oleh PT RA melalui AW.

Dari jumlah dana yang telah diterima di rekening pribadi AW tersebut ada sebagian besar telah disetor ke PT RA untuk biaya pemberangkatan calon PMI/mahasiswa tersebut ke luar negeri.

Beberapa di antara calon PMI tersebut yang tidak mau menunggu waktu keberangkatan dan meminta refund (uangnya dikembalikan).

Terdapat 6 orang telah selesai direfund dananya. Menurut sdr. AW, pelapor memang terus menanyakan kapan berangkat dan terakhir dijanjikan oleh PT RA lewat AW sekitar bulan Juli 2025 ini visanya keluar.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top