Refleksi Satu Tahun Nuanu, Memangkas 43 Ton Karbon dan Memberdayakan Ribuan Warga Lokal

2026-01-23-at-21.43.59
Bukan sekadar estetika, Nuanu buktikan efektivitas teknologi it dalam pengelolaan kota kreatif.

TABANAN-fajarbali.com | Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah krusial bagi Nuanu Creative City. Untuk pertama kalinya, kawasan inovatif di Bali ini beroperasi penuh secara publik, mengubah visi desain menjadi realitas fungsional. Setelah melewati fase pengembangan yang panjang, periode ini menandai transisi Nuanu dari sekadar proyek pembangunan menjadi sebuah ekosistem hidup yang mengedepankan tanggung jawab operasional harian, pengawasan ketat masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan yang terukur secara transparan dalam Laporan Dampak 2025.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menegaskan bahwa keberhasilan kota ini tidak diukur dari kemegahan fisik, melainkan dari presisi data. Dengan mengadopsi kerangka kerja industri IT ke dalam manajemen kawasan tradisional, Nuanu memposisikan diri sebagai laboratorium hidup. “Laporan dampak ini bukan sekadar ajang apresiasi diri, melainkan instrumen evaluasi kritis untuk menilai efektivitas sistem yang diterapkan guna meningkatkan kualitas hidup komunitas penghuni maupun warga sekitar kawasan,” jelasnya.

Di sektor lingkungan, Nuanu mencatat pencapaian signifikan melalui integrasi sistem mobilitas rendah emisi. Penggunaan kendaraan listrik sebagai moda transportasi internal utama berhasil memangkas ketergantungan pada bahan bakar fosil secara drastis. Data menunjukkan penghematan mencapai 39.500 liter bahan bakar per tahun, yang secara langsung mencegah pelepasan lebih dari 43 ton emisi CO2e ke atmosfer, sekaligus menciptakan lingkungan yang tenang dan ramah bagi pejalan kaki.

Kemandirian energi juga menjadi fokus utama dengan pemanfaatan sistem tenaga surya yang masif. Sepanjang tahun 2025, instalasi panel surya di kawasan ini mampu mengurangi konsumsi listrik jaringan hingga 213.362 kWh. Langkah ini tidak hanya menghindari emisi sebesar 192 ton CO2e, tetapi juga mempertegas komitmen Nuanu menuju elektrifikasi penuh di masa depan, menjadikannya model bagi pengembangan kota mandiri energi di wilayah tropis.

BACA JUGA:  Debut Memukau, KLEO Seminyak Bawa Semangat “Joie de Vivre” JdV by Hyatt ke Jantung Bali

Manajemen limbah di Nuanu menunjukkan angka yang luar biasa dengan tingkat daur ulang mencapai 94,84 persen. Melalui sistem pemilahan di lokasi yang ketat, sebanyak 84,65 ton sampah anorganik berhasil didaur ulang, sementara 1.085 ton sampah organik diolah menjadi kompos. Sisa makanan dan produk organik ini kemudian diredistribusi untuk mendukung sektor pertanian lokal, menciptakan sebuah siklus ekonomi sirkular yang memberikan manfaat ekonomi langsung bagi petani di sekitar kawasan.

Restorasi ekosistem juga diperkuat dengan penerapan metode Miyawaki untuk reforestasi tanaman asli. Sebanyak 1.015 pohon telah ditanam untuk mengembalikan keanekaragaman hayati dan memperkuat struktur tanah. Agastya Yatra, Head of Environment Nuanu, menyatakan bahwa data operasional yang dikumpulkan sejak 2024 telah matang di tahun 2025, dan diproyeksikan mencapai puncak akuntabilitas pada 2026 sebagai panduan peta jalan pembangunan hijau selanjutnya.

Dari sisi tanggung jawab sosial, Nuanu Social Fund (NSF) telah menyalurkan lebih dari Rp5,6 miliar sepanjang tahun 2025. Alokasi dana ini tidak bersifat bantuan sesaat, melainkan investasi kemitraan jangka panjang yang menyasar pendidikan, budaya, dan kesejahteraan. Uniknya, sebesar 62,9% dari dana tersebut difokuskan pada penguatan seni dan budaya, sebagai pengakuan bahwa ekonomi kreatif adalah motor utama penggerak koneksi sosial dan partisipasi ekonomi masyarakat lokal.

Program pengembangan kapasitas yang dilakukan NSF telah menjangkau lebih dari 1.000 pelajar serta 120 perempuan melalui pelatihan literasi dan keterampilan. Pendidikan di Nuanu dirancang secara terstruktur dengan lebih dari 15 program pembelajaran yang bertujuan membangun kepercayaan diri generasi muda Bali. Melalui pendekatan ini, Nuanu berupaya menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif namun tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.

Aspek kesehatan dan ketahanan komunitas juga tidak luput dari perhatian. Lebih dari 2.200 peserta terlibat dalam berbagai inisiatif gaya hidup sehat, dan lebih dari 900 individu mendapatkan manfaat langsung dari peningkatan infrastruktur publik yang lebih aman. Di masa krisis, NSF menunjukkan respons cepat dengan menyalurkan bantuan darurat bagi 1.447 anggota komunitas yang terdampak bencana banjir di Bali, membuktikan bahwa keberadaan Nuanu memberikan jaring pengaman sosial yang nyata.

BACA JUGA:  TRIBE Bali Kuta Beach Unveils the Latest Sunny Side Down Event in Collaboration with Jack Daniel’s Apple

Auditya Sari, Head of Nuanu Social Fund, menekankan bahwa fokus utama di tahun 2025 adalah membangun kepercayaan melalui transparansi dan keterlibatan konsisten. Dengan mengintegrasikan program mata pencaharian berbasis alam yang mendukung 863 rumah tangga, Nuanu membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan. “Langkah ini menjadi permulaan dari percakapan panjang tentang bagaimana sebuah kota kreatif dapat menjadi katalisator bagi kebaikan sosial yang berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Laporan Dampak 2025 menandai fase penting bagi Nuanu, ketika berbagai inisiatif yang telah diluncurkan mulai teruji dalam dinamika publik yang nyata. Pembelajaran dari tahun penuh pertama ini kini menjadi dasar bagi Nuanu dalam merancang pengembangan, investasi, dan akuntabilitas ke depan. Laporan lengkap dapat diakses melalui: https://bit.ly/NuanuImpact2025 (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top