Data menunjukkan jumlah penduduk lanjut usia di Bali mencapai sekitar 530.663 orang atau sekitar 14,8 persen dari total penduduk. Kondisi ini menuntut adanya kebijakan yang mampu mengelola struktur demografi secara tepat agar peningkatan jumlah lansia tidak menjadi beban, melainkan tetap produktif dan berdaya.
Rakorda Bangga Kencana 2026 juga membahas sejumlah program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), pemanfaatan aplikasi konsultasi keluarga berbasis kecerdasan artifisial, serta program SIDAYA atau Lansia Berdaya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong implementasi Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (MBG 3B) sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas gizi keluarga serta mempercepat penurunan stunting.
Rakorda Bangga Kencana 2026 menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.










