Memasuki tahap pencucian, banyak pemilik motor yang masih melakukan kesalahan fatal dengan menggunakan sabun cuci piring. Putu Hendra menegaskan agar pemilik kendaraan hanya memilih sampo khusus otomotif dengan kadar pH rendah. Sabun cuci piring memiliki kandungan kimia yang terlalu keras (abrasif) yang dapat mengikis lapisan pelindung cat. “Selain itu, pastikan proses pembilasan dilakukan dengan sempurna, karena sisa sampo dengan kadar asam tinggi yang mengering justru akan menimbulkan bercak jamur pada bodi motor,” tegasnya.
Teknik mencuci pun tidak boleh sembarangan; penggunaan alat yang tepat menjadi penentu minimalisir goresan halus atau swirl mark. Gunakanlah lap berjenis chamois atau kanebo hanya untuk menyerap air dalam jumlah banyak, kemudian tuntaskan dengan kain microfiber yang memiliki serat halus untuk pengeringan akhir. Kain microfiber dirancang khusus untuk mengangkat debu tanpa meninggalkan goresan, sehingga permukaan cat tetap mulus. Penggunaan pengkilap dengan kandungan abrasif rendah juga sangat disarankan agar permukaan bodi tidak tergerus seiring berjalannya waktu.
Bagi pemilik motor baru, perhatian ekstra harus diberikan pada pemilihan cairan pengkilap. Sangat direkomendasikan untuk memilih produk dengan kandungan degreaser rendah agar pigmen cat tetap halus dan terjaga elastisitasnya. Selain itu, penggunaan produk perawatan yang tepat sejak dini akan membangun fondasi perlindungan yang kuat, sehingga bodi motor tidak mudah menyerap kotoran jalanan yang bersifat permanen. Hal ini akan mempermudah proses pembersihan rutin di masa mendatang tanpa perlu tenaga ekstra.










