Kolaborasi lintas sektor juga menjadi penekanan, termasuk sinergi dengan pemerintah setempat seperti Kelurahan Tonja di Denpasar dalam membantu penyelesaian persoalan sosial di masyarakat, termasuk isu lingkungan seperti pengelolaan sampah.
Sementara itu, perwakilan pimpinan kampus menyoroti masih adanya satu kasus pernikahan dini di lingkungan UPMI. Hal ini diharapkan menjadi atensi serius bagi Duta GenRe agar penguatan edukasi dan pencegahan dapat dilakukan lebih masif sehingga tidak muncul kasus serupa di masa mendatang.
Pemilihan Duta GenRe Kampus sendiri bertujuan menyiapkan mahasiswa sebagai pendidik sebaya dan konselor sebaya, meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta advokasi, sekaligus memperkuat gerakan mahasiswa dalam mendukung program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, khususnya GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).
Dengan fondasi prestasi yang telah diraih PIK M Widyadari, besar harapan agar Duta GenRe UPMI tidak hanya berbicara di tingkat kota dan provinsi, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata di tingkat nasional. Lebih dari sekadar ajang seleksi, momentum ini menjadi langkah strategis membangun generasi Bali yang sehat, terencana, dan berdaya saing.










