Selain itu, seluruh transaksi tercatat secara digital sehingga memudahkan pelaku usaha dalam melakukan monitoring dan pengelolaan keuangan usaha. QRIS merupakan standar pembayaran nasional yang memungkinkan interoperabilitas antarbank dan penyelenggara jasa pembayaran, sekaligus mendukung inklusi keuangan bagi UMKM.
"Kami melihat semakin banyak UMKM yang merasakan manfaat digitalisasi pembayaran. Dengan transaksi yang cepat, aman, dan terdokumentasi dengan baik, pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnis serta memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," tambahnya.
Di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur yang menjadi cakupan kerja BRI Region 17 Denpasar, BRI terus mendorong adopsi QRIS melalui edukasi, pendampingan, serta kemudahan pendaftaran merchant. BRI juga menghadirkan ekosistem digital melalui aplikasi BRIMerchant yang membantu pelaku usaha memantau transaksi dan menerima berbagai metode pembayaran secara lebih mudah.
Hery menegaskan bahwa BRI akan terus berkomitmen mendukung pemberdayaan UMKM melalui inovasi layanan digital yang mampu memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
BRI percaya UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Karena itu, kami akan terus menghadirkan solusi digital yang relevan agar pelaku UMKM semakin naik kelas, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan memiliki daya saing yang semakin kuat," tutup Hery. [rel]










