DENPASAR-fajarbali.com | Universitas Hindu Indonesia (UNHI) meneguhkan langkah strategisnya untuk menjadi kampus global berlandaskan Dharma, sebagaimana tertuang dalam visi dan misi UNHI yang diamanatkan dalam Statuta Universitas Hindu Indonesia.
Transformasi ini merupakan wujud nyata komitmen UNHI dalam mengembangkan pendidikan tinggi Hindu yang unggul, modern, dan relevan dengan tantangan dunia, tanpa meninggalkan akar spiritual dan nilai-nilai luhur Dharma Nusantara.
Sebagai tindak lanjut dari visi besar tersebut, UNHI tengah menyusun Rencana Strategis (Renstra) UNHI 2026–2030 yang akan menjadi arah kebijakan dan pedoman pengembangan institusi dalam empat tahun mendatang.
Renstra ini menegaskan tekad UNHI untuk menjadi pusat unggulan dalam integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan spiritualitas Dharma, serta mencetak lulusan berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi global.
Mengantisipasi berakhirnya masa jabatan Rektor pada Januari 2026, Yayasan Pendidikan Widya Kerthi (YPWK) selaku Badan Penyelenggara UNHI telah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Calon Rektor UNHI yang beranggotakan tujuh orang, terdiri atas unsur Pembina, Pengurus, dan Pengawas YPWK, serta unsur Senat Universitas dan Alumni UNHI. Pansel dipimpin oleh Prof. Dr. dr. I Wayan Wita, Sp JP (K) FAsCC dari unsur Pembina YPWK.
Anggota Panitia Seleksi (Pansel) dari unsur Senat, Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H, M.Hum menyampaikan, pansel yang terdiri dari berbagai unsur tujuannya adalah agar proses berjalan obyektif dan sudah sesuai dengan prinsip multi asesor (banyak penilai) untuk meningkatkan obyektifitas dan mengurangi bias penilaian.










