Bina Calon-Calon Pengusaha Muda

 

Kaitannya dengan isu Virus Corona atau Covid-19 dan dampaknya terhadap UMKM di Badung, Made Widiana mengatakan, di satu sisi isu tersebut memang membuat wisatawan sepi berkunjung ke Badung. Namun, disisi lain membawa berkah bagi para penekun UMKM. “Produk lokal justru banyak dicari dan diekspor. Dari segi harga juga meningkat,” terangnya.

 

Komoditi holtikultural saat itu dampak Corona nilai harganya cukup melonjak. Bahkan permintaan pasar juga meningkat. Komoditi yang banyak dicari seperti sayur-sayuran serta buah-buahan lokal.  “Ini juga ada dampak positifnya bagi petani. Ini merupakan salah satu celah bagi petani untuk mengembangkan dan memperkenalkan hasil pertanian lokal. Promosi-promosi produk daerah akan rutin dilakukan seiring adanya ketersediaan anggaran,” katanya.

 

Guna mengembangkan hasil pertanian petani lokal, Widiana telah melakukan temu wirausaha. Para petani katanya sangat antusias mengembangkan sistem kelompok tani. “Saya pun ini mengembangkan itu dalam rangka mengangkat potensi Kabupaten Badung. Corona bisa dikatakan sebagai upaya menembus pasar. Ketersediaan komoditi di Badung cukup banyak dan kualitasnya juga bagus-bagus. Ini yang dicari pasar,” ungkapnya.

 

Sementara kata dia, upaya membantu UMKM terpuruk akibat dampak isu virus Corona, pihaknya terus melakukan pemantauan pasar. Saat ini, segmennya belum dijumpai UMKM yang sangat terpuruk. “Jadi, seburuk apapun UMKM sebagai roda penggerak perekonomian, masih tetap bisa berjalan. Secara omset mereka mengalami penurunan, tetapi usahanya tetap bisa jalan,” tuturnya.(put).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top