“Artinya, penggunaan pupuk harus tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat cara. Ketika produktivitas meningkat dan biaya semakin efisien, maka seluruh ekosistem pertanian juga akan tumbuh,” lanjut Rafli.
Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pengembangan PKT BERSERI berjalan secara konsisten.
Rafli berharap masyarakat Bulutana dapat semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki, mengingat keberhasilan program sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengambil peran sebagai aktor utama pembangunan kawasan.
“Pupuk Kaltim hadir untuk mendampingi, membuka akses, dan memperkuat kapasitas. Tapi masyarakat Bulutana adalah aktor utama yang akan menentukan masa depan program ini. Kami ingin PKT BERSERI terus hidup dan berkembang meskipun nantinya pendampingan perusahaan berakhir,” tegas Rafli.
Komisaris Pupuk Kaltim, Sukardi Rinakit, yang turut hadir pada kesempatan itu menilai ukuran keberhasilan PKT BERSERI tidak cukup dilihat dari jumlah kegiatan maupun bantuan yang diberikan, tapi dari kemampuan masyarakat mempertahankan dan mengembangkan hasil program secara mandiri.
Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi perusahaan dan masyarakat untuk melakukan evaluasi secara terbuka. Termasuk memperkuat kelembagaan kelompok tani, agar mampu mengambil keputusan, mengelola potensi, membangun jejaring, hingga melahirkan inovasi secara mandiri.










