"Sesuai arahan Bapak Rektor, Yayasan dan LLDikti VIII, dengan dikukuhkan saya sebagai guru besar, sekarang saya wajib mengangkat teman -teman yang lain. Ada beberapa Lektor Kepala yang segera akan masuk usulan untuk menjadi guru besar,” ungkapnya.
Lulusan S1 dan S2 Universitas Udayana dan S3 di Universitas Diponegoro ini, semakin terdorong memberikan kemampuan terbaiknya bagi mahasiswa dan negara melalui pemikiran sesuai kapasitasnya. Apalagi pemerintah tengah menggencarkan pembangunan infrastruktur.
Ia mengaku telah banyak melakukan riset. Setidaknya ada 46 paper baik nasional maupun internasional, yang terkait dengan manajemen konstruksi khususnya risiko manajemen proyek.
"Jadi, itu salah satu bidang kepakaran saya dan telah saya lakukan lima tahun terakhir secara berkelanjutan. Dari kekhususan ini menjadi sebuah keharusan bagi seorang guru besar mempunyai kepakaran dan keahlian,” tegasnya.
“Kami juga akan segera mengusulkan Program S2 Teknik Sipil karena kami sudah mempunyai empat orang doktor dan dua Lektor Kepala serta satu orang guru besar," ungkap dia.
Rektor Unhi Prof. Made Damriyasa mengaku gembira dengan penambahan guru besar khususnya dibidang Ilmu Manjemen Kontruksi.
“Dengan dikukuhkannya Pak Muka, jadi total hingga saat ini Unhi memiliki 14 orang guru besar dari berbagai bidang ilmu,” ungkapnya.
Menurut rektor, Manajajemen Kontruksi merupakan bidang ilmu yang sangat strategis terutama dalam pembangunan infrastruktur di Bali yang terus memperhatikan adat tradisi dan budaya Bali.










