Kemudian, skrining kondisi pasien maupun pengunjung sebelum memasuki rumah sakit, pengukuran suhu tubuh, pengisian formulir pernyataan kesehatan oleh pasien.
"Skrining dilakukan oleh petugas yang terlatih untuk memastikan keluhan atau gejala-gejala infeksi saluran nafas atas. Jadi, kalau ada ditemukan pasien maupun pengunjung dengan temperatur yang lebih dari 38 derajat celcius maka diarahkan ke poliklinik center. Di poliklinik center tersebut pasien akan terisolasi, artinya dipisahkan dari tempat-tempat layanan yang lain sehingga tidak tercampur dengan pasien yang lainnya," jelas dr Dian.
Selain itu, lanjut dr Dian, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di tempat terpisah bagi pasien dalam pemantauan, dalam pengawasan, dan suspect Covid-19. Lalu dilakukan isolasi, jika pasien dengan kriteria pemantauan dan pengawasan ditempatkan di ruangan isolasi sesuai standar WHO serta lakukan rujukan untuk uji konfirmasi yang sesuai arahan Dinas Kesehatan. “Jika ada pasien suspect akan dirujuk ke rumah sakit yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan," imbuhnya.
Untuk pencegahan di lingkungan umum, pihak Prima Medika Hospital juga menyediakan tempat untuk mencuci tangan di beberapa titik di area RS. Para pengunjung maupun petugas diimbau melakukan cuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.
"Pengunjung maupun petugas sebelum masuk ke area RS wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Hal tersebut paling efektif dalam mencegah penularan dengan membunuh virus. Setelah dilakukan skrining baru diperbolehkan masuk ke dalam rumah sakit," katanya.










