Sementara itu, Komisaris Utama PT. Surya Prima Cipta, dr. I Nengah Kuning Atmadjaya, Sp.B.(K)Trauma, FinaCS mengatakan, pentingnya sebuah sinergitas antara BKKBN dan Kemenkes dalam mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat yang semakin meningkat. "Sebelum menetapkan program pelayanan KB, ada baiknya juga para wanita melakukan 3 skrining, seperti skrining kanker payudara, skrining serviks, dan skrining usus besar. Kolaborasi ini yang penting untuk dilakukan sebelum menentukan program KB, namun kenyataannya untuk saat ini antara program BKKBN dan Kemenkes berjalan sendiri-sendiri. Tentu kami berharap kedepannya ada kerja sama sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ucapnya.
Senada dengan dr. Kuning Atmadjaya, Komisaris PT. Surya Prima Cipta, Dr. dr. IB Tjakra Wibawa Manuaba, Sp. B(K) Onk juga menyampaikan hal serupa. Ia menuturkan bahwa masyarakat yang akan melakukan program keluarga berencana sebaiknya melakukan skrining terhadap 3 kanker tersebut. "Saya rasa sinergi ini adalah program yang positif sehingga dapat menekan biaya. Kita contohkan, masyarakat yang datang jangan hanya pasang kontrasepsi lalu pulang, tetapi harus juga melewati skrining untuk mendapatkan informasi terkait potensi kanker tersebut," tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prima Medika Hospital juga berkesempatan dikunjungi oleh UNFPA Executive Director, Dr Natalia Kanem, dan UNFPA Representative in Indonesia, Ms. Anjali Sen. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau dan mendorong pelayanan KB yang semakin prima di Prima Medika Hospital. M-001










