Memasuki babak kedua, Buleleng tidak mengendorkan serangan. Pesta gol kembali berlanjut. Hanya dua menit babak kedua berjalan, Ferdyan Agus Purnama mencetak gol keenam lewat tendangan bebas. Komang Agus Oktavina kemudian menambah pundi-pundi gol Buleleng pada menit ke-23 dengan tendangan chipping di mulut gawang.
Ferdyan Agus Purnama benar-benar menjadi momok bagi Gianyar, mencetak dua gol tambahan pada menit ke-26 dan ke-27. Gol pertama tercipta karena kiper Gianyar maju terlalu jauh dari sarangnya, sementara gol berikutnya dilepaskan dari sisi kanan lapangan. Penutup pesta gol Buleleng datang dari tendangan bebas Ferdyan pada menit ke-29, yang sekaligus menutup skor akhir menjadi 10-1.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Buleleng untuk menatap laga penentuan melawan Denpasar. Pelatih Buleleng, Dewa Gede Rai Wisnu Putra, menyatakan optimismenya.”Kami siapkan semua pertandingan dengan matang. Strategi sudah kami siapkan, termasuk untuk pertandingan besok melawan Denpasar,”ujar Dewa Gede.
Meskipun menyadari nama besar lawan seperti Denpasar dan Badung, Dewa Gede tetap yakin dengan kekuatan timnya.”Melihat tren di pertandingan pertama, semua sangat cair. Apalagi ada pembatasan usia 16 tahun, segala sesuatu tidak bisa diprediksi. Kami pun kesulitan di pertandingan pertama. Kami yakin semua tim punya kekuatan yang sama. Kami harus ambil poin penuh di pertandingan terakhir agar bisa lolos ke babak semifinal," tutupnya. @gus










