Tuberkulosis pada Ibu-Ibu PKK untuk Pengendalian Kasus TB di Desa Batuan, Kabupaten Gianyar." Kegiatan berlangsungTuberkulosi (6/7/62026) bertempat di TPS3R & Puspa Aman Winangun, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kesehatan yang inovatif dan berkelanjutan. Sasaran utama kegiatan adalah anggota Tim Penggerak PKK Desa Batuan, yang memiliki peran strategis sebagai penggerak kesehatan keluarga dan masyarakat.
Saat membuka kegiatan, Kepala Desa Batuan, Ari Anggara, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pengabdi dari Poltekkes Kemenkes Denpasar. Beliau berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat terus diperkuat dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya melalui upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Desa Batuan, Kadek Dewi Sunastrini, beserta sekitar 50 anggota PKK yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Kegiatan juga dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Tim pengabdian dipimpin oleh Burhannuddin, S.Si., M.Biomed selaku ketua tim, dengan anggota Luh Ade Wilan Krisna, S.Si., M.Ked., Ph.D., apt. Gusti Ayu Made Ratih K.R.D., S.Farm., M.Farm., Dr. I Wayan Karta, S.Pd., M.Si., dan I Gusti Ngurah Dwija Putra, A.Md.Kes.
Dalam laporannya, Ketua Tim Pengabdi menyampaikan bahwa Tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Meskipun penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan, masih banyak masyarakat yang belum mengenali gejala secara dini, sehingga penemuan kasus sering terlambat dan berpotensi meningkatkan penularan di lingkungan keluarga. "Oleh karena itu, kami mengembangkan media edukasi berupa Buku Saku SENI 'Sehat Terkendali' yang dirancang dengan bahasa sederhana, ilustrasi menarik, dan informasi praktis sehingga mudah dipahami oleh masyarakat. Melalui buku saku ini diharapkan ibu-ibu PKK dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan Tuberkulosis," ungkap Burhannuddin.
Sebagai bentuk komitmen dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Poltekkes Kemenkes Denpasar dengan Pemerintah Desa Batuan. Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan pengembangan berbagai program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan pada masa mendatang. Selain itu, Tim Pengabdi menyerahkan media promosi kesehatan berupa Poster Tuberkulosis (TB), Poster Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta Buku Saku SENI "Sehat Terkendali" kepada Pemerintah Desa Batuan dan Tim Penggerak PKK sebagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta mengenai Tuberkulosis, penyampaian materi edukasi menggunakan media presentasi interaktif, demonstrasi pemanfaatan buku saku, diskusi dan tanya jawab, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan Tuberkulosis, cara penularan, gejala, faktor risiko, upaya pencegahan, pentingnya pengobatan hingga tuntas, serta peran keluarga dalam mendukung keberhasilan pengobatan pasien TB. Tim pengabdi juga mengajak peserta untuk menghilangkan stigma terhadap penderita Tuberkulosis dan meningkatkan kepedulian terhadap deteksi dini melalui pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Banyak peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman terkait penanganan Tuberkulosis di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Suasana edukasi yang interaktif menunjukkan tingginya kepedulian ibu-ibu PKK terhadap upaya pencegahan penyakit menular. Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap ibu-ibu PKK Desa Batuan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini Tuberkulosis, serta mendukung keberhasilan program nasional Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2030.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan, sehingga terwujud keluarga sehat, masyarakat sehat, dan Desa Batuan yang bebas Tuberkulosis. *










