Salah satu bagian utama kegiatan adalah pengenalan Yucang DM Strip sebagai inovasi yang dikembangkan untuk mendukung upaya deteksi dini DM. Pemanfaatan inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan yang membantu masyarakat mengenali risiko DM secara lebih dini serta meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara tepat.
Kepala Desa Batuan, Ari Anggara, S.Pd., M.Sc., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mendukung keterlibatan masyarakat Desa Batuan dalam kegiatan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok lansia.
Ketua Tim Pengabdi, Burhannuddin, S.Si., M.Biomed, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pengenalan sebuah inovasi, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini Diabetes Melitus.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya lansia, semakin memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini Diabetes Melitus. Yucang DM diharapkan dapat menjadi bagian dari inovasi yang mendukung upaya promotif dan preventif di masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para lansia mengikuti rangkaian edukasi dan pengenalan inovasi secara aktif. Kegiatan juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar, Pemerintah Desa Batuan, masyarakat, dan mahasiswa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.










