Poltekkes Kemenkes Denpasar Career Day 2026, Jembatan Bangun Karir ke Seluruh Dunia

IMG-20260827-WA0030
PEMBEKALAN peserta Poltekkes Kemenkes Denpasar Career Day 2026 dirangkai pelepasan 20 mahasiswi magang ke Osaka Jepang, Kamis (27/8). ist

*Poltekkes Kemenkes Denpasar Career Day 2026, diikuti lebih dari 40 lebih mitra industri. Setengahnya, membuka rekrutmen langsung. 

*Hari ini juga dilepas secara simbolis 20 mahasiswi ners yang magang di Jepang selama enam bulan/1 semester.

*Data 2022-2026, menunjukkan, sebanyak 1.308 lulusan Poltekkes Kemenkes telah bekerja di 17 negara. Jepang mendominasi dengan jumlah 677 orang.

DENPASAR-fajarbali.com | Perguruan tinggi bidang kesehatan, Politeknik Kesehatan atau Poltekkes Kemenkes Denpasar, kembali menggelar Career Day 2026. Program rutin ini, diikuti oleh mahasiswa seluruh jurusan yang segera mengakhiri masa studinya.

Poltekkes Kemenkes Denpasar Career Day 2026, diikuti oleh lebih dari 40 mitra/industri pengguna lulusan. Bahkan 50 persennya langsung melakukan rekrutmen tenaga kerja di kampus. 

Sehari sebelum puncak Career Expo dan walk-in Interview, ratusan mahasiswa mengikuti pembekalan, Kamis (27/8/2026) di Kampus Sidakarya, dibuka oleh Direktur Pendayagunaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc. 

Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Erika Yulita Ichwan, SST., M.Keb., menjelaskan, Career Day merupakan sebuah tanggung jawab moral institusi kepada lulusan yang dihasilkan. Sehingga pihaknya tidak sekadar menjadi produsen tenaga kesehatan (nakes).

"Career Day ini semacam jembatan bagi mahasiswa membangun karir. Ada lebih dari 40 mitra dari industri kesehatan yang membuka peluang karir, baik di dalam maupun luar negeri. Jadi kami tidak hanya meluluskan, tetapi memfasilitasi kerja," kata Erika Ichwan. 

Program dengan sistem jemput bola tersebut, lanjut Erika Ichwan, memiliki banyak manfaat. Seperti, memudahkan akses lulusan mencari kerja serta memangkas masa tunggu lulusan.

Menariknya, pada pembekalan ini, dirangkai dengan pelepasan 20 orang mahasiswa Ners magang ke Jepang lewat program internship kolaborasi dengan Bali Japan Internasional College dan Osakafu Shakai Fukushi Jigyoudan (OSJ)/Osaka Social Welfare Corporation.

BACA JUGA:  Monev PPK Ormawa Unud Menuju Abdidaya

Selama enam bulan ke depan, 20 mahasiswi terpilih itu akan praktik magang langsung di berbagai fasilitas layanan kesehatan di Kota Osaka, Jepang. Hal ini, menurut Erika Ichwan, tentu memberikan pengalaman berharga bagi lulusan.

Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar menambahkan, career day tahun ini mengusung tema "Siap Kerja, Siap Berkarya, Siap Bersaing di Dalam dan Luar Negeri".

Kalimat itu bukan sekadar slogan. Tema ini merupakan pesan bahwa lulusan Poltekkes Kemenkes Denpasar harus memiliki kesiapan yang utuh: siap secara kompetensi, siap secara mental, siap beradaptasi, serta siap menunjukkan profesionalisme dan integritas di mana pun mereka bekerja. 

Ia memandang, dunia kesehatan saat ini berubah dengan sangat cepat. Transformasi digital, perkembangan teknologi, mobilitas tenaga kesehatan antarnegara, serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan menjadikan kompetensi akademik saja tidak lagi cukup. 

"Saudara sekalian membutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, beradaptasi, terus belajar, serta bekerja dengan etika dan integritas," pesannya.

"Karena sesungguhnya, ijazah akan membuka pintu pertama, tetapi kompetensi, karakter, dan integritaslah yang akan menentukan seberapa jauh Saudara dapat melangkah," imbuh Erika Ichwan.

Ia berpesan kepada peserta untuk menjaga nama baik institusi karena mereka merupakan bagian dari transformasi kesehatan Indonesia.

"Jangan takut memulai dari langkah kecil. Karier yang besar tidak selalu dimulai dari kesempatan yang besar. Sering kali ia dimulai dari keberanian mengambil kesempatan pertama, kesediaan untuk belajar, dan konsistensi memberikan yang terbaik," imbuhnya. 

Ia ingin lulusan Poltekkes Kemenkes Denpasar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi tumbuh menjadi tenaga kesehatan yang dicari karena kompetensinya, dipercaya karena integritasnya, dan dibutuhkan karena kontribusinya. 

"Berkaryalah di Bali. Berkaryalah di berbagai wilayah Indonesia. Dan apabila kesempatan itu datang, beranilah membawa kompetensi Saudara ke tingkat internasional. Dunia adalah ruang belajar dan ruang pengabdian yang sangat luas," pungkas Erika Ichwan.

BACA JUGA:  ITB STIKOM Bali Perkenalkan Budaya Pulau Dewata Melalui "Bali Cross Cultural Program"

Erika Ichwan juga melaporkan bahwa kerja sama antara Dirjen SDMK dengan KP2MI tentang Migrant Career Center di Poltekkes Kemenkes, di Poltekkes Kemenkes Denpasar juga sudah berdiri Migrant Career Center dengan nama ‘Global Career Center Poltekkes Denpasar’ yang merupakan wadah untuk memfasilitasi penyerapan lulusan luar negeri mulai dari proses pendidikan hingga penyerapan ke mitra. 

Sementara itu, Direktorat Pendayagunaan SDM Kesehatan Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc., memaparkan materi "From Indonesia to Global Career: Menjadi Tenaga Kesehatan Berdaya Saing Internasional". Jeffri menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan terus meningkat secara global. Salah satunya negara maju, Amerika Serikat bahkan kekurangan perawat hingga 250 ribu orang. 

Indonesia sendiri memiliki potensi besar menjadi penyedia tenaga kesehatan berkualitas bagi dunia. Salah satunya melalui pendidikan di Poltekkes Kemenkes. Ia berpendapat, lulusan Poltekes Kemenkes Denpasar memiliki peluang belajar, berkembang, dan berkontribusi di level internasional. Salah satunya melalui program career day.

Berdasarkan data 2022-2026, ia mengungkapkan sebanyak 1.308 lulusan Poltekkes telah bekerja di 17 negara. Jepang mendominasi dengan jumlah 677 orang. Sedangkan Amerika Serikat hanya 3 orang lulusan Poltekes Kemenkes. 

"Peluang terus terbuka sering peningkatan kerja sama intemaskanal dan kebutuhan tenaga kesehatan global," jelas Jeffri. Pemerintah, lanjut Jeffri, berperan membuka peluang dan menjalin mobilitas yang aman. Proses terstruktur, legal, transparan dan terlindungi dari demand hingga perlindungan. 

Ia pun memastikan bahwa bekerja di luar negeri pada esensinya sama dengan dalam negeri. "Saya pernah di Australia. Awalnya saja bingung, tapi setelah dua minggu biasa saja. Yang penting jaga sikap, kuasai bahasa dan budaya masing-masing negara tujuan. Kalau tidak memulai tidak akan pernah sampai," pesan Jeffri.

BACA JUGA:  FISHUM UNR Hadirkan Pejabat Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Berbagi Pengetahuan dengan Mahasiswa

Career day Poltekkes Denpasar 2026 juga menghadirkan Narasumber dari Kepala BP3MI, Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, dan HRD Bali Internasional Hospital serta presentasi dari Mitra Industri Kesehatan. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top