Wisuda ke-62 ITEKES Bali Lepas 187 Lulusan, Predikat Kelulusan Cum Laude di Atas 90 Persen

IMG-20260827-WA0031
Rektor ITEKES Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp.,M.Ng.,Ph.D., memberikan selamat kepada Lulusan Terbaik Magister Keperawatan Desak Kadek Sastrawati, disaksikan Ketua YPPLPK Bali Drs. IB Arka. [ist]

*Para wisudawan/i berasal dari 23 orang wisudawan Magister Keperawatan, 43 Sarjana Keperawatan RPL, 57 Sarjana Kebidanan RPL, 29 Sarjana Kebidanan Reguler, 32 Sarjana Farmasi Klinik dan Komunitas, dan 3 Sarjana Teknologi Pangan. 

DENPASAR-fajarbali.com | Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali melepas sebanyak 187 lulusan pada Wisuda ke-62, di Convention Hall ITEKES Bali, Kamis (27/8/2026), bertepatan dengan Purnama Katiga. 

Para wisudawan/i tersebut terdiri dari 23 orang wisudawan Magister Keperawatan, 43 Sarjana Keperawatan RPL, 57 Sarjana Kebidanan RPL, 29 Sarjana Kebidanan Reguler, 32 Sarjana Farmasi Klinik dan Komunitas, dan 3 Sarjana Teknologi Pangan. 

Menariknya, sebagian besar lulusan Magister Keperawatan adalah produk asli dari ITEKES Bali. Mereka menempuh pendidikan sejak insitusi pendidikan kesehatan itu berstatus AKPER dan STIKES. Hal ini menunjukkan bahwa ITEKES Bali tetap mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. 

Dengan tambahan ini, ITEKES Bali sampai dengan hari ini telah meluluskan sebanyak 9.306 wisudawan. Demikian dijelaskan Rektor ITEKES Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp.,M.Ng.,Ph.D.

Lebih lanjut, rektor melaporkan profil lulusan periode ini juga sangat membanggakan. Predikat kelulusan Dengan Pujian atau Cum Laude rata-rata di atas 90 persen. Tidak heran jika masa tunggu kerja lulusan konsisten di bawah tiga bulan berdasarkan treacer study berkala. 

"Selain kompetensi, pendeknya masa tunggu lulusan dipengaruhi juga oleh jejaring yang baik dengan alumni atau seniornya. Kami berani menjamin lulusan kami siap bekerja di sektor pelayanan kesehatan secara formal dan informal. Misalnya layanan home care," ungkapnya.

Selanjutnya, rektor mengumumkan tiga lulusan terbaik dari setiap program. Dari Magister Keperawatan; Desak Kadek Sastrawati, I Nyoman Widiadyana dan Ni Ketut Erawati 4,00 . Ketiganya mengoleksi IPK 4.00

BACA JUGA:  Belum Tamat Sekolah, Siswa SMK Penerbangan Cakra Nusantara Sudah Ditawari Kerja

Tiga lulusan terbaik dari Sarjana Keperawatan Program RPL diraih oleh Ni Putu Intan Lestari (IPK 4.00), Faliant Hanielta (4.00) serta Ni Putu Juniantari (IPK 3,99 ). Dari Sarjana Kebidanan Program Reguler: 

Ni Komang Mira Wati (IPK 4,00), Kadek Wahyuni Aprilia (IPK 3,95), dan Ni Kadek Opi Kasturi (IPK 3,91).

Dari Sarjana Kebidanan Program RPL: Dewi Wahyuni Desi Wiantari (IPK 3,92), Ni Putu Dian Arlitha Dewi (IPK 3,90), serta Ni Made Ayu Sintya Dewi (IPK 3,90). Dari Sarjana Farmasi Klinik dan Komunitas: Dinda Fadia Lestari (IPK 3,97), Ni Luh Sri Nanik Vatmala Dewi (IPK 3,94) dan AA Istri Viwiana Amora Maharani (IPK 3,94). Lulusan Terbaik dari Sarjana Teknologi Pangan: Neysa Vrisy Ananda (IPK 3,71).

Rektor Darma Suyasa berharap agar semua lulusannya mengimplementasikan kompetensi yang didapatkan di bangku kuliah agar memberikan dampak bagi pembangunan kesehatan. Rektor pun mendorong agar lulusan mengambil segala peluang yang ada, baik di dalam dan luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, Ketua YPPLPK Bali Drs. IB Arka, kembali menekankan kolaborasi yang harmonis antara yayasan selalu badan hukum penyelenggara pendidikan dengan rektorat merupakan kunci utama eksistensi transformasi ITEKES Bali yang berembrio dari Akademi Keperawatan. 

Soal kesejahteraan tenaga kesehatan dalam negeri masih menjadi sorotan IB Arka. Ia senantiasa berharap pemerintah lebih memperhatikan lagi keberadaan mereka yang notabene garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat tanah air. 

"Secara kualitas, tentu kami berani jamin tenaga kesehatan yang kami hasilkan. Sekarang harapan kembali pemegang regulasi agar benar-benar memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan, termasuk soal distribusi," jelasnya. 

Perwakilan lulusan terbaik dari Magister Keperawatan, Desak Kadek Sastrawati, mengaku sengaja jauh-jauh dari Jawa Timur kuliah S2 Keperawatan di ITEKES Bali, karena memang mencari kualitas. 

BACA JUGA:  Unmas Denpasar dan UniSZa Malaysia Jalin Kerja Sama Internasional

Desak yang kini berdinas di Puskesmas Mojopangu, Banyuwangi itu, melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk meningkatkan akselerasi diri. Apalagi di Banyuwangi masih jarang perawat berkompetensi magister. "Tujuan saya untuk meningkatkan kompetensi diri sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat," kata Desak. [gde]

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top