Bukan hanya itu, polisi dalam melakukan penyidikan berdasarkan rekaman CCTV yang ada di sekitar jalan Singaraja-Denpasar hingga diketahui mobil Honda Brio warna kuning yang mencurigakan lantaran mondar-mandir sekitaran jalan tempatnya disekitaran penemuan mayat.”Awalnya kami melakukan penggalian informasi di Lokasi penemuan mayat kemudian kami memerintahkan kepada jajaran guna melakukan penyelidikan terkait hal itu seperti melakukan otopsi sebelum kasusnya kita tinggkatkan menjadi penyidikan,”tutur Widwan.
Setelah diketahui bahwa mayat tersebut merupakan pembunuhan pihaknya melakukan peningkatan kasus menjadi penyidikan dan mulai melakukan penyidikan dengan penyisiran serta melihat rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalan Singaraja-Denpasar yang terpasang dan dari hasil penyidikan diketahui mobil Honda Brio yang mencurigakan dan dilakukan penelusuran.”Kita sudah tingkatkan kasusnya dalam penyidikan dan diketahui mobil tersebut mencurigakan dan kami perintahkan untuk melakukan mencari identitas mobil tersebut,”jelasnya lagi.
Setelah mengetahui identitas mobil mencurigakan itu yang merupakan mobil rencar, polisi juga telah mengetahui identitas salah satu pelaku dari pemilik mobil lantaran pelaku sempat menyewa mobil tersebut.”Akhirnya kita mengetahui identitas mobil dan salah satu pelaku atas nama yang sempat menyewa mobil itu saat membuang mayat korban ke TKP,”imbuhnya.
Dari satu tersangka akhirnya kita kupas menjadi tiga tersangka berhasil diamankan jajaran reskrim Mapolres Buleleng.”Ia memang dari satu tersangka kita akhirnya mendapatkan nama-nama yang lannya dan ketiganya sudah kami amankan di Mapolres beserta barang buktinya satu unit mobil Honda Brio warna kuning DK 12XX CAN. Rekaman CCTV dan perangkat DVR, Flashdisk berisi data GPS perjalanan mobil dari Denpasar ke Buleleng, empat unit ponsel milik tersangka dan satu unit ponsel milik korban. Peralatan yang digunakan untuk menganiaya korban seperti setrika, korek api, sapu, serok, kaleng pembasmi serangga, serta kabel ties serta pakaian korban dan rekening mutasi bank milik korban,”bebernya lagi.










