PNB Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional EEEU26, Diikuti 42 Negara Bahas Ekonomi dan Pariwisata di Era AI

IMG-20260923-WA0152
Politeknik Negeri Bali (PNB) menjadi tuan rumah The 6th Global Conference on Entrepreneurship and Economy in an Era of Uncertainty (EEEU26) yang digelar pada 23-24 September 2026

BADUNG - Fajarbali.com | Politeknik Negeri Bali (PNB) menjadi tuan rumah The 6th Global Conference on Entrepreneurship and Economy in an Era of Uncertainty (EEEU26) yang digelar pada 23-24 September 2026 di Kampus PNB, Bukit Jimbaran, Bali.

Konferensi internasional ini diinisiasi oleh International Research Center for Higher Education and Business Cooperation (IRCHEBC) Polandia berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Bali sebagai organizing partner. Kegiatan ini didukung komite ilmiah internasional lebih dari 25 negara dan diikuti peserta dari 42 negara.

Konferensi ini menghadirkan sekitar 150 peserta dari dalam dan luar negeri, meliputi profesor, peneliti, pimpinan universitas, pejabat pemerintah, pembuat kebijakan, eksekutif bisnis, entrepreneur, investor, profesional pariwisata dan perhotelan, hingga mahasiswa pascasarjana.

Mengusung tema sentral tentang ketahanan ekonomi dan transformasi bisnis di tengah disrupsi teknologi, pergeseran geopolitik, perubahan perilaku konsumen, dan tuntutan keberlanjutan, EEEU26 menjadi jembatan antara keunggulan akademik dan praktik bisnis nyata.

Adapun topik yang dibahas meliputi Entrepreneurship and Economic Development, Innovation and Emerging Technologies, Tourism and Hospitality, Sustainable Economic Development, Digital Transformation, hingga Business Innovation and Startups.

Direktur PNB, Prof. I Dewa Made Cipta Santosa, S.T.,M.Sc., Ph.D. mengatakan, konferensi ini menjadi momentum penting bagi internasionalisasi kampus vokasi dan penguatan pusat unggulan green tourism.

"Jadi dari kami ini event yang luar biasa, sangat penting untuk kuliahnya pribadi menuju internasionalisasi, untuk pusat unggulan kami di bidang green tourism. Jadi ini event pertama yang sangat penting dan internasionalisasi bagi saya sebagai direktur. Dan nanti terus dikembangkan keberlanjutannya dan link-nya semakin kuat, semakin menambah link dari akademisi, industri, maupun pelaku-pelaku lain. Sehingga benar-benar kami sebagai institusi ilmu terapan atau profesional benar-benar relevan dan berdampak bagi masyarakat," ujarnya.

BACA JUGA:  FH Unud Gelar Yudisium Periode Agustus 2023

Ia menekankan, PNB berkepentingan untuk terus berinovasi agar manfaat pariwisata dapat dinikmati seluruh masyarakat Bali, bukan hanya industri besar.

"Ini sedang dibahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan dan dinamika dunia internasional berkaitan dengan industri pariwisata. Politeknik berkepentingan, kemudian politeknik bisa berkontribusi untuk berinovasi terus. Dinamika yang luar biasa, zaman AI sekarang juga berpengaruh terhadap perkembangan pariwisata di Bali. Kami berkewajiban untuk melakukan inovasi sehingga manfaat pariwisata bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Bali. Pariwisata berbasis budaya dan pariwisata yang berakar pada keunggulan-keunggulan yang ada di masyarakat Bali," jelasnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi AI telah mengubah model usaha pariwisata. Banyak usaha lokal kalah bersaing jika tidak bertransformasi.

"Entrepreneurship harus menjawab perubahan dan dinamika dunia. Dengan perkembangan teknologi AI yang berdampak ke pariwisata, banyak usaha yang berkembang dan berubah atau bertransformasi. Banyak usaha lokal yang harus kalah bersaing karena perkembangan teknologi ini. Sehingga mau tidak mau UMKM di Bali harus bersinergi untuk mengembangkan dan mengadopsi teknologi yang benar-benar bisa terus eksis dan bersaing," tegasnya.

Assoc. Prof. Dr. Sebastian Kot dari International Research Center for Higher Education and Business Cooperation, Polandia mengapresiasi penyelenggaraan di Bali.

"Kita ingin mengucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada Politeknik Negeri Bali untuk mengadopsi kami di sini, ini adalah konferensi yang sangat bagus, penyediaan yang sangat bagus dan kami sangat bermanfaat. Jadi kami berharap untuk memiliki konferensi seperti ini setiap tahun," ungkapnya.

Sementara Asst. Prof. Dr. Bilal Khalid dari King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang, Thailand menilai forum ini bukan sekadar presentasi penelitian, tetapi membangun kolaborasi global untuk menghadapi revolusi digital.

BACA JUGA:  GenSi "Goes to Campus" Diskop UMKM Denpasar Sasar Mahasiswa Unwar

"Di era revolusi digital dan situasi geopolitik yang sedang berubah, akademia juga sedang berkembang, kompetensi akademia harus diubah untuk membentuk hubungan kolaboratif baru, partnership baru. Konferensi global ini bukan hanya platform untuk presentasi penelitian, tapi kami ingin penggabungan untuk berkontribusi ke praktik terbaik. Kita harus melatih anak-anak kita yang akan menjadi pemimpin masa depan, seperti AI dan dengan penelitian AI. Ini adalah kekuatan lembut untuk Bali untuk mendorong banyak acara akademis atau turisme. Orang-orang menyukai Bali, kami juga menyukai berada di Bali," katanya.

Ia juga menilai Bali berada di persimpangan jalan antara kuantitas dan kualitas pariwisata.

"Saya kira ini acara yang sangat bagus sekali, terutama di segala perspektif. Pakar-pakarnya ada yang dari Iran, dari Malaysia, dari Thailand. Ya tentu ini sangat berguna untuk kita, khususnya di Bali yang sekarang sedang di persimpangan jalan antara kuantitas dan kualitas. Ke depan kita akan lebih berkualitas, lebih inklusif, lebih sustainable, bukan hanya sustainable, lebih regeneratif lagi. Kalau sustainable hanya berusaha untuk menjaga, tapi kita untuk memperbaiki arah ke depannya. Banyak masukan untuk kita bisa adopsi untuk Bali," imbuhnya.

Committee Chair of Partner Host, Made Herry Erika Sedana, S.E., M.Tr.Par. M.Sc. menegaskan, menjadi tuan rumah konferensi 42 negara merupakan terobosan luar biasa bagi pendidikan vokasi di Bali.

"Ini merupakan terobosan luar biasa bagi institusi pendidikan vokasi di Bali, Politeknik Negeri Bali, untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional. Diikuti oleh 42 negara, konferensi ini memberikan statement dan kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap penyelesaian persoalan global sekaligus memperkuat international visibility, research impact, dan reputasi institusi dalam ekosistem global higher education," ujarnya.

BACA JUGA:  Peluang Perawat Bekerja di Luar Negeri Terbuka Lebar

"Target kami bukan hanya menghadirkan konferensi berkelas dunia, tetapi menciptakan legacy yang terukur bagi masyarakat, memperluas jejaring penelitian internasional, meningkatkan kualitas dan sitasi publikasi, serta memperkuat positioning perguruan tinggi pada pemeringkatan global. Perguruan tinggi di Bali bisa maju lebih kencang," tutupnya.M-002

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top