PKM Untrim di Desa Wisata Bunut Bolong, Upaya Pulihkan Pariwisata Pasca-Covid

IMG-20241029-WA0006

Lebih lanjut, kata Agustini, di samping Banjar Bunut Bolong, terdapat Banjar Juwuk Manis yang memiliki air terjun yang sangat indah, secara teritori terpisah dari dua banjar lainnya oleh beberapa buah sungai, dan lahan perkebunan serta hutan alami.

Air terjun ini juga membutuhkan sentuhan para pelaku pariwisata, baik dari aspek revitalisasi maupun pendanaan.

Hasil penggalian Balai Arkeologi Denpasar pada tahun 2010 menemukan potensi lain yang belum tergali yakni sebuah sarkopagus (palungan batu) peninggalan jaman peradaban sejarah kuno. Sarkopagus ini sama sekali tidak terhubungkan dengan kegiatan pariwisata di daerah Bunut Bolong.

Menurut dia, keberadaan objek ini semakin memberi kesan unik pada Bunut Bolong. "Tujuan kegiatan ini adalah melakukan upaya revitalisasi terhadap beberapa sarana dan prasarana yang menjadi icon destinasi wisata ini," ujarnya.

Revitalisasi mencakup perbaikan akses menuju batu palung (sarkopagus), pengadaan kembali spot selfie berupa balon udara, tulisan icon lembah naga, tulisan icon Bunut Bolong dan video promosi yang memberi informasi yang lengkap bagi masyarakat serta wisatawan.

Kehadiran para dosen, mahasiswa dan praktisi pakar juga menyentuh para sumber daya manusia yang terlibat dalam pelayanan wisatawan.

Dosen dan praktisi memberikan peyuluhan secara bertahap kepada pelaku pariwisata di Bunut Bolong agar mampu memberikan layanan sesuai standar.

Agustini mengklaim, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan warga menginginkan keiatan yang berkesinambungan agar senantiasa mampu melayani wisatawan dengan baik.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top