Ia pun mengakui, dengan adanya kampanye online pasti akan menemui kendala, seperti halnya internet di daerah-daerah tertentu, sehingga pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Diskominfo Tabanan. Jadi untuk mengakali kendala tersebut, KPU Tabanan akan menggunakan sosialisasi tingkat banjar, serta menggunakan alat pengeras suara (TOA-red). "Untuk mengantisipasi permasalahan kampanye online, maka KPU Tabanan akan melakukan sinergi dengan desa adat sesuai arahan dari KPU Provinsi Bali. Tugas sekarang memang cukup berat dengan anggaran Pilkada yang sedikit bahkan kurang sampai Rp7,6 milyar," pungkas Suaryani. (kdp).










