"Mudah sekali kita mengakomodir organisasi ini, karena disana ada paiketan, seperti Pande, Werdha dan ada juga Yowana. Begitu juga di Kedinasan, ada Karang Taruna dan ini adalah kesempatan kita di Bali," jelasnya.
Pada HUT PORPI ke-43, lanjutnya di Bali sudah terbentuk beberapa komunitas, yang sangat antusias dan bersemangat, sehingga patut dikembangkan di Kabupaten Bangli.
"Di Kota Bangli sudah terbentuk 5 komunitas, diantaranya di Banjar Blumbang, Griya, Puri dan Banjar Pule, yang memberikan antusiasme bagi PORPI Bali dan DPP Pusat untuk menyelenggarakan HUT ke-43 di Alun-Alun Kota Bangli di Kapten Mudita ini," kata Dewa Putu Sudarsana.
Mengingat, Kota Bangli berhawa sejuk dan lapangan sangat luar biasa indah disertai masyarakat Bangli sangat antusias untuk menjaga kesehatannya.
Menariknya, gerak Senam PORPI dari awalnya nyaman terus mencapai puncaknya, yang kemudian menurun melalui proses pelemasan hingga akhirnya mengarah ke bawah, guna menyelaraskan buana agung dan buana alit.
"PORPI ini menyeimbangkan buana agung dengan buana alit, lantaran buana agung ini sebagai sumber energi kehidupan, karena Persatuan Pernafasan itu kita menarik energi, yang kita akomodasikan dan masuk buana alit didalam badan kita. Kalau di Bali itu namanya proses Pranayama," urainya.
Oleh sebab itu, lanjutnya salam sehat PORPI ada disebelah kiri di posisi jantung manusia dengan kepalan tangan terus bersemangat.
"Dengan mengikuti olahraga pernafasan ini, diharapkan masyarakat Bali berusia lanjut, khususnya kaum Werdha bisa memperpanjang umur sekaligus sehat badan dan jiwa," tandasnya.










