Bupati berharap RS Hermina tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi mampu membangun sinergi kuat dengan pemerintah daerah demi memperkuat sistem kesehatan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial.
Sementara itu, Komisaris Utama Hermina Hospitals, dr. Hasmoro, Sp.An, KIC, MHA, MM, menjelaskan bahwa RS Hermina Badung merupakan RS ke-53 dalam jaringan Hermina Group di Indonesia. Pembangunan RS ini bermula dari aspirasi para dokter lokal di Badung yang ingin mengembangkan pelayanan kesehatan terpadu.
Berdiri di atas lahan seluas 13.830 meter persegi, RS Hermina Badung memiliki gedung tiga lantai dengan kapasitas awal 100 tempat tidur, termasuk penyediaan ruang Kelas III. Fasilitas yang tersedia mencakup layanan Poliklinik, UGD, Kamar Bersalin, ICU, Klinik Tumbuh Kembang, hingga sistem pengelolaan limbah mandiri. Pihak manajemen juga memastikan bahwa RS Hermina Badung siap melayani peserta BPJS Kesehatan. Ke depan, rumah sakit ini diproyeksikan menjadi pusat rujukan utama untuk layanan ibu dan anak, perinatologi, serta penanganan gawat darurat di wilayah Badung dan sekitarnya.
Dalam pengelolaannya, RS Hermina Badung menerapkan standar manajemen terpadu yang mencakup layanan medis, keperawatan, logistik, sumber daya manusia, keuangan, dan operasional, yang didukung sistem informasi rumah sakit sesuai standar Hermina Group. Ke depan, rumah sakit ini ditargetkan menjadi salah satu rumah sakit rujukan, khususnya untuk pelayanan IGD, ICU, ibu dan anak, perinatologi, tumbuh kembang, serta layanan kesehatan gigi.










